PAKAILAH MOMEN-MOMEN HIDUPMU


Ulangan 30: 1-6


1 ”Maka apabila segala hal ini berlaku atasmu, yakni berkat dan kutuk yang telah kuperhadapkan kepadamu itu, dan engkau menjadi sadar dalam hatimu di tengah-tengah segala bangsa, ke mana Tuhan, Allahmu, menghalau engkau, 2 dan apabila engkau berbalik kepada Tuhan, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya sesuai dengan segala yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, baik engkau maupun anak-anakmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, 3 maka Tuhan, Allahmu, akan memulihkan keadaanmu dan akan menyayangi engkau. Ia akan mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa, ke mana Tuhan, Allahmu, telah menyerakkan engkau. 4 Sekalipun orang-orang yang terhalau dari padamu ada di ujung langit, dari sana pun Tuhan, Allahmu, akan mengumpulkan engkau kembali dan dari sana pun Ia akan mengambil engkau. 5 Tuhan, Allahmu, akan membawa engkau masuk ke negeri yang sudah dimiliki nenek moyangmu, dan engkau pun akan memilikinya pula. Ia akan berbuat baik kepadamu dan membuat engkau banyak melebihi nenek moyangmu. 6 Dan Tuhan, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, naik kelas atau lulus sekolah adalah salah satu momen penting dalam hidup kita. Kita mendapat ucapan selamat. Namun demikian, janganlah kita terlena. Sebab sesungguhnya momen-momen seperti itu (lulus SMP atau SMU) mengajak sobat Teruna untuk melihat ke depan dan segera mempersiapkan diri, ke arah mana selanjutnya tujuan hidup yang hendak dicapai.


Bangsa Israel yang telah dibebaskan dari perbudakan di Mesir merasa senang sebab mempunyai tujuan hidup untuk menetap di tanah perjanjian sebagai umat Allah yang merdeka. Di gunung Sinai mereka mendapat Taurat dan Perjanjian dengan Allah. Inilah momen-momen penting dan menentukan bagi Israel untuk mencapai tanah perjanjian. Ternyata perjalanan bangsa Israel sejak dari Sinai sampai ke daerah perbatasan tanah perjanjian yaitu dataran Moab, begitu lama sampai 40 tahun (Ul. 29:5). Di dataran Moab, kembali Musa mengingatkan perjanjian di Sinai dan ketetapan-ketetapan Allah kepada mereka, generasi baru Israel. Bila mereka taat dan setia, maka Allah melimpahkan berkat-Nya. Sebaliknya, jika melanggar firman Allah dan menyembah ilah-ilah bangsa lain, maka kutuk atau hukuman-Nya akan menimpa mereka. Musa memulihkan kembali semangat iman bangsa Israel yang akan masuk ke tanah perjanjian itu.


Sobat Teruna, momen-momen tertentu dalam hidup kita hendaknya tidak hanya dinikmati sesaat saja walaupun menyenangkan. Momen-momen itu hendaknya juga sobat Teruna gunakan sebagai “teropong” untuk melihat cita-cita di depan dan “batu pijakan” dalam mempersiapkan diri menuju masa depan. Betapa indahnya firman hari ini karena memberikan semangat dan dorongan bagi kita untuk menjadi pribadi yang taat serta setia kepada Allah. Dengan demikian cita-cita kita pun dapat terwujud, berkat belajar dan pertolongan Allah. (JYK)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus tolong mampukan aku memakai momen-momen penting dalam hidup pribadi sebagai “teropong” dan “batu pijakan” agar dapat melatih diri untuk menjadi saksi-Mu.