PASKAH KRISTUS MEMUPUK PENGHARAPAN


Roma 5 : 1-5


1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. 2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. 3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, 4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. 5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.



Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna yang beriman, apakah masih ingat dengan peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ182 di perairan Kepulauan Seribu pada tanggal 9 Januari 2021? Seperti yang diberitakan di media massa bahwa pesawat ini akan melakukan penerbangan dari Jakarta menuju Pontianak. Ada yang menarik dari peristiwa ini, yaitu kisah tentang tiga orang anak Tuhan yang turut serta dalam penerbangan tersebut. Mereka adalah seorang bapak yang merupakan pegawai PLN di Pontianak, Co-pilot dan seorang pramugari yang sedang bertugas. Mereka bertiga dikenal sebagai pribadi yang rajin beribadah serta berhati baik. Kebaikan hati dan ketaatan ketiga anak Tuhan ini sangat menghibur keluarga serta banyak saudara seiman. Iman kepada Yesus Kristus mampu membuat keluarga dapat menerima peristiwa duka dan ‘bermegah’ dalam kesengsaraan batin. Situasi tersebut mengajarkan bahwa dalam kesengsaraan selalu hadir harapan baru yang memberi semangat untuk melangkah di tengah kehidupan ini. Semua itu dimungkinkan karena iman kepada Tuhan Yesus Kristus.


Sobat Teruna yang beriman, bacaan dalam surat Roma 1:1-5 menjelaskan tentang penguatan iman dari Paulus kepada jemaat di Roma. Jemaat ini sudah dibenarkan dalam iman. Mereka hidup dalam perdamaian dengan Tuhan dan sesama. Iman itu menolong jemaat dalam menghadapi kesengsaraan dengan ketekunan sehingga mereka dapat tahan uji dan memiliki pengharapan bahwa semua beban akan diubahkan Tuhan menjadi berkat.


Peristiwa kebangkitan Kristus meneguhkan iman kita bahwa Yesus adalah Tuhan. Iman ini akan memampukan kita untuk tangguh menghadapi berbagai kesulitan di masa pandemi. Tuhan Yesus selalu menghadirkan harapan baru untuk bertahan dan beban diubahkan-Nya menjadi berkat. Jadi, sobat Teruna, tetaplah bertekun dan pupuklah harapan dalam Tuhan Yesus. (CIYS)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Kristus yang bangkit, mohon bangkitkanlah harapanku. Tolong jadikanlah aku pembawa harapan bagi sesama di masa pandemi ini.