PEMALAS, MUNGKINKAH BISA BERHASIL?


 

Amsal 20: 11-13


11 Anak-anak pun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya,

apakah bersih dan jujur kelakuannya.

12 Telinga yang mendengar dan mata yang melihat,

kedua-duanya dibuat oleh Tuhan.

13 Janganlah menyukai tidur, supaya engkau tidak jatuh miskin,

bukalah matamu dan engkau akan makan sampai kenyang.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


 


AgnezMo, siapa yang tidak mengenalnya? Terkenal bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Follower-nya di Instagram ada 23,7 juta orang. Ia dikagumi banyak orang dan begitu lincah kalau di panggung. Ia bersinar bak meteor.

Jerome Polin Sijabat, anak muda yang mencintai matematika, juga terkenal. Dalam kanal youtube-nya, ia sering menghibur sekaligus mengedukasi kita tentang matematika yang sulit. Ia menempuh studinya di Jepang.


Guys, dua contoh di atas cukup untuk mewakili anak muda yang berhasil karena prestasi mereka. Bagaimana cara mereka untuk berhasil? Pasti tidak seperti membalikkan telapak tangan, simsalabim, jadi! Tidak! Ada proses dan perjuangan yang sulit. Sebagaimana perjuangan seekor ulat menjadi kupu-kupu dan proses sebuah piring indah di atas meja makan yang berasal dari tanah liat. AgnezMo atau Agnes Monica, sejak kecil harus berlatih begitu keras. Ketika orang lain menikmati tidur siangnya, dia terus berlatih. Demikian pun Jerome, dia jatuh bangun untuk mendapatkan beasiswa ke Jepang. Keinginannya yang kuat sejak kecil adalah bersekolah di luar negeri. Hal ini membuat ia mulai mencoba mengikuti olimpiade matematika berulang kali, hingga dia berhasil memenangkannya.


Sobat Teruna, keberhasilan tidak pernah menghampiri mereka yang malas. Janganlah menyukai tidur, supaya engkau tidak jatuh miskin. Bukalah matamu dan engkau akan makan sampai kenyang. Begitulah bacaan kita hari ini. Alkitab juga mengatakan agar kita belajar dari semut yang rajin, yang selalu bekerja ketika musim panas, supaya ada persediaan di musim dingin. Sobat, setiap orang diberikan Tuhan talenta. Begitulah cara Tuhan memelihara kita. Gali dan asahlah talenta itu dengan rajin, sehingga kelak dia akan memberikan hasil terbaiknya. (LLS)




 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Mohon ampuni kemalasanku ya Allah. Aku menyia-nyiakan talenta yang Engkau beri. Biarlah mulai sekarang aku terus mengasahnya untuk kemuliaan-Mu.