top of page

PEMIMPIN YANG BERTRANSFORMASI




 


Zefanya 1 : 12–14


12 Pada waktu itu Aku akan menggeledah Yerusalem dengan memakai obor dan akan menghukum orang-orang yang telah mengental seperti anggur di atas endapannya dan yang berkata dalam hatinya: Tuhan tidak berbuat baik dan tidak berbuat jahat!

13 Maka harta kekayaannya akan dirampas dan rumah-rumahnya akan menjadi sunyi sepi. Apabila mereka mendirikan rumah, mereka tidak akan mendiaminya; apabila mereka membuat kebun anggur, mereka tidak akan minum anggurnya.” 14 Sudah dekat hari Tuhan yang hebat itu, sudah dekat dan datang dengan cepat sekali! Dengar, hari Tuhan pahit, pahlawan pun akan menangis.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.


 

Ada satu yang pasti di dunia ini, yaitu perubahan. Contohnya bisa dilihat dari perubahan yang terjadi selama pandemi Covid-19. Lebih dari dua tahun lalu, saat pandemi Covid-19 belum terjadi, teknologi seolah merupakan hal eksklusif. Kini teknologi sudah menjadi bagian hidup hingga ke pedesaan. Sekolah, bekerja, bahkan beribadah bisa dilakukan dari rumah. Belanja di pasar bisa lewat aplikasi. Bahkan untuk ujian dan pendaftaran sekolah bisa dilakukan secara daring. Seiring dengan perubahan tersebut, kita pun dituntut untuk menyesuaikan diri bahkan melakukan transformasi teknologi. Maksudnya, teknologi harus bisa kita kuasai, terus mengikuti perkembangannya dan tidak cepat berpuas diri.


Sobat Teruna, hal ini pula yang disoroti Nabi Zefanya saat menyampaikan nubuat bagi umat Yehuda. Nabi Zefanya menyampaikan bahwa TUHAN tidak suka dengan orang yang mager (malas gerak), senang di zona nyaman dan anti perubahan sebagaimana disebutkan pada ayat 12: "....dan akan menghukum orang-orang yang telah mengental seperti anggur di atas endapannya dan yang berkata dalam hatinya: TUHAN tidak berbuat baik dan tidak berbuat jahat!" Ketika minuman anggur dibiarkan untuk waktu lama, akan terbentuk endapan yang menumpuk di dasarnya. Seharusnya minuman anggur itu dipindahkan ke wadah lain sehingga terpisah dari endapannya. Begitu seterunya sampai tak ada lagi endapan dan yang tersisa hanyalah anggur yang bening.


Sobat Teruna, lewat firman TUHAN hari ini, kita diingatkan bahwa TUHAN menginginkan kita melalui setiap proses perubahan hidup. TUHAN tak menginginkan anak-anak muda yang mager, cepat puas, senang di zona nyaman dan anti perubahan. Jangan sampai kita hanya diam dan tak menyesuikan diri dengan perubahan. Yuk, mari menjadi pemimpin yang bertransformasi. JAA





Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Doa : Tuhan Yesus, mampukan aku untuk menjadi teruna yang aktif dan siap bertransformasi untuk perubahan hidup yang lebih baik.



 








bottom of page