top of page

PEMIMPIN YANG MENJAGA UCAPAN




 


Zefanya 2 : 8–9


8 ”Aku telah mendengar pencelaan dari pihak Moab dan kata-kata nista dari pihak bani Amon, bagaimana mereka mencela umat-Ku dan membesarkan dirinya terhadap daerah umat-Ku itu. 9 Sebab itu, demi Aku yang hidup – demikianlah firman Tuhan semesta alam, Allah Israel – maka Moab akan menjadi seperti Sodom dan bani Amon seperti Gomora, yakni menjadi padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi sampai selama-lamanya. Sisa-sisa umat-Ku akan menjarah mereka dan yang masih tinggal dari bangsa-Ku itu akan memiliki mereka sebagai warisan.”


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.


 


Sobat Teruna pasti cukup tahu kan dengan istilah bullying, ujaran kebencian atau haters? Di media sosial hampir setiap hari kita menemukan ucapan yang mengarah pada bullying, ujaran kebencian bahkan aksi haters. Di Korea Selatan, tindakan para haters ini bahkan sampai memengaruhi mental beberapa idol yang kemudian memutuskan untuk bunuh diri. Ironisnya, pelaku bullying kebanyakan adalah anak sekolah seusia kita.


Salah satu contohnya adalah idol K-Pop bernama Sulli (Choi Jin Ri) yang meninggal karena bunuh diri pada 14 Oktober 2019. Dia pernah melaporkan kasus ujaran kebencian ke kepolisian, namun Sulli kemudian membatalkan laporannya karena mengetahui pelakunya adalah anak di bawah 18 tahun. Media sosial membuat kita lebih mudah berpendapat, namun tanpa disadari kita dapat terjerumus pada ujaran kebencian.


Lewat bacaan firman hari ini, Nabi Zefanya mengingatkan kita untuk menjaga ucapan terutama dari kata-kata mencela orang lain dan menyombongkan diri. Perkataan yang mencela atau menjatuhkan orang lain, juga menyombongkan diri sendiri, sangat dibenci TUHAN. Nabi Zefanya menubuatkan, TUHAN akan melenyapkan orang-orang yang suka mencela dan menyombongkan diri seperti Kota Sodom dan Gomora.


Sobat Teruna, saat kita dipercaya menjadi pemimpin, salah satu hal yang harus dilakukan adalah menjaga ucapan. Posisi yang tinggi tak menjadikan kita lebih baik atau sempurna dari orang lain. Jangan pernah mengeluarkan kata-kata yang mencela atau menghina. Jangan pula menyombongkan diri saat kita merasa memiliki kemampuan dibandingkan orang lain. Yuk, mulai menjaga ucapan di media sosial kita. Biasakan menggungah atau memberi komentar yang positif. Jangan sungkan memuji orang lain, karena dengan demikian kita sedang memuji karya Tuhan. JAA



 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Tuhan, jagalah mulut dan tanganku agar tak mudah berucap dan menulis kata-kata yang mencela atau menghina, tetapi yang memuji sesama dan memuliakan Engkau.











留言


bottom of page