PEMIMPIN YANG TIDAK TAKUT TUHAN


Hosea 5 : 1-7


1 Dengarlah ini, hai para imam, perhatikanlah, hai kaum Israel,

dan pasanglah telinga, hai keluarga raja!

Sebab mengenai kamulah penghukuman itu,

karena kamu telah menjadi perangkap bagi Mizpa,

dan jaring yang dikembangkan di atas gunung Tabor,

2 dan lobang yang dikeruk di lembah Sitim,

maka Aku ini akan menghajar mereka sekalian.

3 Aku ini mengenal Efraim,

dan Israel tidaklah tersembunyi bagi-Ku,

sebab engkau telah berzinah, hai Efraim;

dan Israel telah menajiskan diri.

4 Perbuatan-perbuatan mereka tidak mengizinkan

mereka berbalik kepada Allah mereka,

sebab roh perzinahan ada di antara mereka,

dan mereka tidak mengenal Tuhan.

5 Kecongkakan Israel menjadi saksi terhadap dirinya sendiri;

Efraim akan tergelincir jatuh oleh kesalahannya sendiri,

dan bersama-sama mereka juga Yehuda.

6 Dengan korban kambing domba dan lembu sapinya mereka akan pergi

untuk mencari Tuhan, tetapi tidak akan menjumpai Dia;

Ia telah menarik diri dari mereka.

7 Mereka telah berkhianat terhadap Tuhan,

sebab mereka telah memperanakkan anak-anak yang tidak sah;

sekarang pembinasa akan memakan habis mereka dan ladang mereka.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Kaisar Napoleon Bonaparte pernah menuliskan bahwa “Seorang pemimpin adalah pemberi sebuah harapan bagi para pengikutnya.” Tentu saja harapan yang dimaksud adalah yang positif dan membawa kesejahteraan bagi pengikutnya. Jiwa kepemimpinan seperti itu seharusnya tertanam dan menjadi prinsip dalam diri setiap mereka yang menjadi pemimpin. Dalam kenyataannya banyak pemimpin yang justru menjerumuskan orang yang dipimpinnya menjadi tidak baik dan sengsara.


Tuhan sangat marah kepada para pemimpin bangsa Israel, baik pemimpin keagamaan yaitu para imam, pemimpin politik dan kalangan istana. Dalam kepemimpinan yang dilakukan, mereka tidak menyatakan teladan yang benar. Sebaliknya, para pemimpin bangsa ini justru membawa bangsa Israel kepada kesesatan. Para pemimpin ini seharusnya mengarahkan Bangsa Israel untuk takut dan setia kepada Tuhan. Ternyata mereka malah melakukan penyembahan kepada dewa-dewa Baal, dewa kesuburan di beberapa tempat. Akibatnya orang-orang Israel bukan saja beribadah kepada dewa Baal, tetapi juga mencampuradukkan ibadah kepada Tuhan dan Baal. Tuhan menyatakan bahwa pemimpin bangsa Isarel dan rakyatnya telah melakukan perzinahan dengan menyembah kepada dewa Baal. Hal ini membuat Tuhan mengundurkan diri dari umat-Nya. Bahkan ketika umat mencari-Nya dengan membawa korban kambing domba, Tuhan tidak berkenan dijumpai selama Dia masih diduakan. Karena itu Tuhan akan menghukum pemimpin bangsa Israel dan rakyatnya serta keturunan mereka.


Sobat Teruna, kita harus mendoakan para pemimpin bangsa dan negara Indonesia, supaya mereka selalu hidup serta menjalankan pemerintahan sesuai dengan kehendak Tuhan. Mari berdoa juga untuk para pemimpin di rumah, gereja dan sekolah, supaya mereka tetap mengajarkan hidup benar di hadapan Tuhan. Penting bagi kita, untuk selalu mendukung para pemimpin dalam doa kepada Tuhan. (EPSPM)




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, tolong tuntunlah dan berkatilah para pemimpin bangsa dan negara Indonesia, juga yang di rumah, gereja dan sekolah, supaya mereka selalu menjalankan tugas dan tanggung jawab kepemimpinan sesuai dengan kehendak Tuhan serta membawa damai sejahtera-Mu bagi yang dipimpin.