PENGAJARAN DIMULAI DARI KETAATAN


Ezra 7: 1-10


1 Kemudian dari pada semuanya itu, pada zaman pemerintahan Artahsasta, raja negeri Persia, maka berangkatlah Ezra bin Seraya bin Azarya bin Hilkia 2 bin Salum bin Zadok bin Ahitub 3 bin Amarya bin Azarya bin Merayot 4 bin Zerahya bin Uzi bin Buki 5 bin Abisua bin Pinehas bin Eleazar bin Harun, yaitu Harun imam kepala. 6 Ezra ini berangkat pulang dari Babel. Ia adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa yang diberikan Tuhan, Allah Israel. Dan raja memberi dia segala yang diingininya, oleh karena tangan Tuhan, Allahnya, melindungi dia. 7 Juga berangkat pulang ke Yerusalem beberapa rombongan orang Israel dan imam, orang Lewi, penyanyi, penunggu pintu gerbang dan budak di bait Allah pada tahun ketujuh zaman raja Artahsasta. 8 Lalu tibalah ia di Yerusalem pada bulan kelima, yakni pada tahun ketujuh zaman raja itu. 9 Tepat pada tanggal satu bulan pertama ia memulai perjalanannya pulang dari Babel dan tepat pada tanggal satu bulan kelima ia tiba di Yerusalem, oleh karena tangan murah Allahnya itu melindungi dia. 10 Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat Tuhan dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

Sobat Teruna, firman Tuhan hari ini mau menyampaikan kepada kita bahwa pada zaman Artahsasta, raja negeri Persia, Ezra bersama rombongan orang Israel berangkat menuju ke Yerusalem. Mereka kembali dari tanah pembuangan di Babel. Perjalanan yang dilakukannya bersama dengan rombongan dimulai pada bulan yang pertama. Mereka tiba di Yerusalem pada bulan yang kelima. Perjalanan yang dilakukan tidak mudah, jika dilihat dari jarak dan waktu yang diperlukan dalam melaluinya. Di sisi lain, perjalanan ini tentu dilakukan dengan penuh sukacita karena mereka dapat kembali beribadah di Yerusalem. Kepulangan ini tentu memberikan rasa bahagia karena mereka bebas dari perbudakan.


Bacaan Alkitab hari ini juga menyampaikan bahwa Ezra sebagai seorang ahli kitab memiliki tekad untuk meneliti Taurat TUHAN. Setelah itu ia melakukannya dan mengajarkan taurat TUHAN yang ditelitinya. Hal ini merupakan suatu bukti akan ketaatan Ezra untuk menyampaikan pengajaran tentang Taurat TUHAN. Sikap yang dilakukan oleh Ezra merupakan sesuatu yang baik karena dirinya memulai dari tahap yang paling dasar. Ezra memulainya dengan meneliti, lalu melakukannya, setelah itu baru mengajarnya. Tujuannya supaya mudah menjelaskannya kepada bangsa Israel. Keinginan untuk mengajarkan Taurat TUHAN itu merupakan komitmen Ezra. Komitmen itu merupakan ketaatan.


Hal yang sama juga kita lakukan, ketika mengajarkan kepada orang lain tentang cara berdoa atau mempelajari isi alkitab. Kita mengajarkan, juga memberikan contoh khususnya tentang ketaatan melakukan firman Tuhan. Karena itu, firman Tuhan hari ini mau mengajarkan bahwa pengajaran iman tidak dimulai dari kepandaian, melainkan ketaatan dan tekad untuk melakukan kebaikan kepada orang lain. Mari membulatkan tekad untuk memotivasi diri dan orang lain taat kepada Tuhan. (DH)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


TUHAN, tolong ajarkan dan mampukan aku untuk menjadi orang yang taat kepada-Mu supaya bisa mengajarkan firman-Mu kepada orang lain lewat sikap hidup sehari-hari.