top of page

PENGAMPUNAN-MU





 


2 Petrus 2 : 12-15


12 Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar, 13 dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu. 14 Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk! 15 Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.



 

Sobat teruna, pernahkah kita mengalami peristiwa disaat kita menghadiri undangan dari sahabat kita, saat asyik menikmati hidangan enak, tiba-tiba hidangan itu jatuh di atas pakaian yang sedang kita gunakan? Bagaimana perasaan kita malu, marah? Pasti perasaan kita campur aduk, malu karena dilihat orang Iain, marah pada diri sendiri karena keteloclaran kita, tidak hati-hati saat menyantap makanan. Pakaian yang dikenakan pun menjadi kotor dan penuh noda. Demikian juga dengan kehidupan yang dijalani, jika tidak berhati-hati dalam melakukan setiap aktivitas maka akan terjerumus dalam lingkungan dosa.

Sobat taruna, Firman Tuhan hari ini berkata, ”dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka, berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda" (ayat 13a). Noda, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan bercak atau cela atau yangmenyebabkan kotor. Hidup yang penuh kotoran dan noda juga sama dengan umat yang hidupnya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Rasul Petrus mengingatkan para guru dan nabi palsu yang tidak jemu berbuat dosa hati mereka penuh dengan keserakahan. Mereka telah meninggalkan jalan yang benar, terlena dengan kenikmatan dunia. Hidup mereka penuh kotoran dan noda hanya sanggup dibersihkan oleh Tuhan Yesus, Juru selamat kita.

Sobat teruna, puisi dibawahini menjadi perenungan Ketika aku berkata kepada diriku...

Betapa rapuhnya kehidupan teruna yang kujalani...

Penuh butiran noda, kotor dan berdebu...

Tertunduk...

Kusesali kesalahanku ini...

Memohon ampunan pada Yesus, sang empunya kehidupanku...


Sobat teruna, koreksi keserakahan kita, masih ada waktu menepis debu dan kotor, meraih harapan masa depan bersama Tuhan Yesus, sang Teruna Agung.

(LMWR/MNg)

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, kayakanlah kami dengan firman-Mu agar kami cakap dalam mengelola kehendak kami dalam kehidupan ini.






Comments


bottom of page