top of page

PENGENDALIAN DIRI




 


I Korintus 5 : 1–8


1 Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya.

2 Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu? 3 Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku – sama seperti aku hadir – telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu. 4 Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita, 5 orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.

6 Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? 7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. 8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.



Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.


 

Cepat sekali fisikmu bertumbuh. Bukan hanya fisik, tetapi keseluruhan dirimu sedang mengalami perubahan. Usia pada masa teruna disebut sebagai masa pubertas. Salah satu perubahan yang terjadi adalah pertumbuhan organ-organ reproduksi (organ seksual) disertai hormon yang menyebabkan munculnya dorongan seksual. Kemampuan untuk mengendalikan diri perlu dikembangkan agar sobat teruna tetap hidup di dalam kekudusan.


Di Jemaat Korintus terjadi percabulan, yaitu pelanggaran seksual dalam bentuk apa saja. Percabulan ini justru didorong karena pemahaman-pemahaman filsafat yang tidak Kristiani. Rasul Paulus menekankan bahwa gereja Korintus dikuduskan oleh darah Kristus melalui pengurbanan-Nya di atas kayu salib. Karenanya kehidupan jemaat Korintus hendaknya memperlihatkan kekudusan, yang salah satunya diwujudkan melalui pengendalian diri terhadap hasrat seksual.


Sobat teruna, hal-hal yang berkaitan dengan perilaku seksual atau seksualitas perlu dipahami. Seksualitas menyangkut berbagai aspek seperti dimensi biologis, sosial, psikologis, dan kultural. Pengendalian diri terhadap hal-hal yang berpotensi mencederai kehidupan yang kudus sebagaimanana halnya hasrat seksual dapat diatasi apabila sobat teruna mengenal seksualitas. Kenalilah seksualitas, maka kemampuan diri untuk mengenalikan diri akan mengantarmu pada kehidupan yang kudus. JYK








Comentários


bottom of page