PENOPANG BAGI YANG JATUH


Mazmur 145 : 14-21


14 Tuhan itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk. 15 Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkau pun memberi mereka makanan pada waktunya; 16 Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup. 17 Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. 18 Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. 19 Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka. 20 Tuhan menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya. 21 Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.



Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna, pernahkah kita melihat orang yang berjalan dengan penopang? Penopang adalah istilah yang digunakan pada alat untuk menopang atau membantu mereka yang sulit berjalan ataupun berdiri. Penopang berfungsi untuk mempermudah seseorang yang mungkin cedera atau lumpah agar bisa bergerak. Tanpa penopang, seseorang yang lumpuh atau cedera akan sulit untuk bergerak. Pertanyaannya, apabila seseorang dalam keadaan sehat masihkah dia perlu penopang?


Sobat Teruna, firman Tuhan saat ini merupakan suatu puji-pujian dari Raja Daud. Ia memuji Tuhan atas kebaikan-Nya bagi bangsa Israel, terutama bagi kehidupannya sendiri. Raja Daud mengalami kebaikan Tuhan yang nyata. Pada masa kepemimpinan Daud, kedua belas suku Israel bersatu dan menjadi kerajaan yang kuat. Meskipun Raja Daud sempat jatuh ke dalam dosa, namun kasih setia Tuhan tidak berpaling darinya. Saat Raja Daud berada dalam kesulitan, dia berseru dan Tuhan mendengarkan (Mzm. 145:19). Bagi Daud, Tuhan adalah penopang yang selalu ada bagi dirinya.


Sobat Teruna, apakah kita membutuhkan penopang? Kita mungkin tidak dalam keadaan cedera atau lumpuh. Namun, kita adalah makhluk yang lemah. Lemah dalam arti bahwa kita mudah tergoda dengan hal-hal yang tidak baik. Contoh, kita bisa berputus asa ketika orang tua meninggal dunia atau ketika kita tidak naik kelas. Lalu tanpa sadar, kita menerima tawaran mengonsumsi obat-obatan terlarang ataupun bermain game online sampai lupa waktu untuk mengalihkan kesedihan. Dalam situasi seperti itu, kita seperti Raja Daud yang sangat membutuhkan Tuhan sebagai Penopang. Artinya kita membutuhkan Tuhan yang menghibur serta mengingatkan hal mana yang baik dan tidak baik agar tidak jatuh dalam dosa tetapi bangkit dari keterpurukan. (BASEI)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan, terima kasih atas firman-Mu. Tolong bantu aku untuk hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Mohon topang aku dan kuatkanlah saat mulai lemah, ya Tuhan.