PERBEDAAN BUKAN BATASAN


Yesaya 56 : 1-8


1 Beginilah firman Tuhan:

Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan,

sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku,

dan keadilan-Ku akan dinyatakan.

2 Berbahagialah orang yang melakukannya,

dan anak manusia yang berpegang kepadanya:

yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya,

dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat.

3 Janganlah orang asing yang menggabungkan diri kepada Tuhan berkata:

”Sudah tentu Tuhan hendak memisahkan aku dari pada umat-Nya”;

dan janganlah orang kebiri berkata:

”Sesungguhnya, aku ini pohon yang kering.”

4 Sebab beginilah firman Tuhan:

”Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari Sabat-Ku

dan yang memilih apa yang Kukehendaki

dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,

5 kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku

dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku

suatu tanda peringatan dan nama

– itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan –,

suatu nama abadi yang tidak akan lenyap

akan Kuberikan kepada mereka.

6 Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri

kepada Tuhan untuk melayani Dia,

untuk mengasihi nama Tuhan

dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya,

semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya,

dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,

7 mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus

dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku.

Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka

yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku,

sebab rumah-Ku akan disebut

rumah doa bagi segala bangsa.

8 Demikianlah firman Tuhan Allah

yang menghimpun orang-orang Israel yang terbuang:

Aku akan menghimpunkan orang kepadanya lagi

sebagai tambahan kepada orang-orangnya yang telah terhimpun.”


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, hidup dalam perbedaan adalah hal yang nyata dalam dunia. Kita juga pasti menemukan perbedaan dalam diri sendiri dan orang lain. Perbedaan dapat dianggap sebagai sesuatu yang baik, jika dimanfaatkan untuk mengembangkan diri. Di sisi lain, perbedaan juga bisa mengakibatkan ‘jurang’ yang besar, sehingga membuat kawan menjadi lawan, jika satu dengan yang lain tidak mau saling menerima.


Bacaan hari ini menunjukkan perbedaan yang jelas antara umat Tuhan – Israel – dan bangsa asing serta orang-orang yang dikebiri. Orang asing dan orang yang dikebiri adalah bukan umat Tuhan serta tidak akan menerima keselamatan (bdk. Ulangan 23:1-3). Perbedaan itu membuat orang asing dan orang yang dikebiri merasa tidak akan menerima kasih Tuhan, walaupun mereka sudah taat serta setia menjalankan ibadah bahkan seluruh ketetapan-Nya. Tuhan menjawab dengan penuh kasih. Tuhan menyatakan bahwa Ia mengasihi dan akan menyelamatkan orang asing maupun orang yang dikebiri bahkan semua orang yang mau datang beribadah kepada-Nya, mereka yang memelihara hari Sabat, melakukan kehendak-Nya serta berpegang pada janji-Nya. Tuhan merangkul perbedaan. Tuhan terbuka untuk menerima yang lain masuk dalam karya kasih dan keselamatan-Nya.


Jika Tuhan terbuka untuk menerima yang lain, kita juga harus belajar menerima perbedaan. Misalnya kita hidup rukun dengan semua orang yang berbeda suku, agama, status sosial dan fisik (difabel). Kita juga dapat bekerjasama dengan orang yang berbeda untuk menolong orang lain yang menderita. Misalnya membantu mereka yang isoman karena terpapar virus Corona, yang tidak mempunyai handphone untuk belajar secara daring, yang mengalami bencana alam, dll. Jangan menjadikan perbedaan sebagai batasan untuk menyatakan kasih Tuhan bagi semua orang. (EP)





Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan tolong mampukan aku untuk menyatakan kasih-Mu di tengah perbedaan sekalipun.