PERKATAAN SAJA TIDAK CUKUP



 

Yakobus 2:14-17

14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? 15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, 16 dan seorang dari antara kamu berkata: ”Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? 17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.



Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Masa kini banyak orang yang menjadikan penderitaan orang lain sebagai konten di akun sosial medianya, untuk mengundang banyak perhatian dari para pengguna sosial media. Tidak jarang juga banyak komentar-komentar yang muncul untuk memperlihatkan rasa prihatin terhadap orang yang menderita tersebut. Lalu, apakah hal ini salah? Menunjukkan kepedulian terhadap orang lain tentu tidak salah, namun apakah rasa peduli itu kita wujudkan juga lewat perbuatan kita sehari-hari?


Sobat Teruna, Yakobus memberikan penekanan dalam bacaan hari ini bahwa hidup beriman yang benar itu pada dasarnya juga harus disertai dengan perbuatan (ayat 17). Setiap orang tentu bisa mengaku percaya kepada Tuhan, namun apa gunanya pengakuan tanpa sebuah tindakan? Dalam Yakobus 2:15-16 ditekankan bahwa menolong orang lain tidak cukup hanya mengatakan rasa prihatin kepada mereka, melainkan juga bertindak melakukan sesuatu untuk membantu mereka mendapatkan apa yang mereka perlu. Kita bisa menunjukkan kepedulian kita lewat kolom-kolom komentar yang ada di sosial media, namun itu tidak cukup membantu mereka yang menderita.


Melakukan kebaikan tidak harus selalu dilakukan dengan memberikan sejumlah uang yang banyak. Sebagai teruna, kebaikan yang dapat dilakukan juga dapat dimulai dari sikap peduli kita terhadap orang-orang di sekitar kita, baik di sekolah, di rumah, dan di mana pun kita berada. Peka terhadap apa yang sesama kita perlukan. Misalnya bantuan kepada teman dalam memahami suatu perjalanan atau bahkan bantuan kepada teman yang menghadapi perundungan atau bully di sekolah. Dengan demikian, iman kita kepada Kristus tidak hanya kita nyatakan lewat perkataan saja, tetapi juga terwujud melalui tindakan kita. (EYRB)



 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Allah Bapa yang Maha Pengasih, gerakkanlah aku selalu untuk peduli terhadap sesamaku bukan hanya lewat perkataanku tetapi juga lewat perbuatanku.