PERKATAAN YANG MENYUKAKAN ALLAH


1 Tesalonika 2:3-4


3 Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. 4 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita.



Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


“Mulutmu harimaumu” adalah peribahasa yang mengerikan untuk mengingatkan orang agar berhati-hati dalam berkata-kata. Peribahasa yang sama “Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna.” Apa pun pilihannya, yang pasti adalah bahwa kita diminta untuk bijaksana dalam berbicara atau memilih kata-kata yang dipakai.


Ada dua jenis pilihan berbicara menurut pandangan Rasul Paulus. Yang pertama adalah yang menyukakan manusia, yakni yang lahir dari kesesatan (ajaran yang jahat), dan maksud yang tidak murni (mengandung niat buruk), juga disertai tipu daya. Kata-katanya mungkin terdengar manis, namun dari hati yang dengki dan sombong. Bahasanya kasar dan suka menghakimi. Nasihatnya adalah untuk menghancurkan dan membangkitkan dendam. Tujuannya adalah untuk memperoleh pujian dari manusia. Pembicaraan ini dikenal dengan gosip, berita palsu (hoaks) dan fitnah. Sayangnya, pembicaraan ini banyak digemari orang. Kedua adalah yang menyukakan Allah. Pembicaraan jenis ini berasal dari kesadaran bahwa Allah mengetahui dan menguji hati manusia. Kata-katanya adalah kebenaran, berhikmat, ada sopan santun yang tulus serta penuh hormat yang berasal dari keinginan untuk menghargai orang lain. Tujuannya adalah memberitahukan, memperbaiki dan membangun. Walaupun pembicaraan ini jarang disukai manusia, tapi Rasul Paulus memilihnya. Penghargaan Allah yang menganggap Paulus layak untuk memberitakan Injil memotivasi dia untuk membuahkan atau memakai perkataan yang menyukakan hati-Nya.


Ada pembicaraan yang dapat mengarah pada menghancurkan sebuah hubungan. Sebaliknya ada juga pembicaraan yang dapat membangun hubungan semakin baik. Jika diminta memilih, mana yang menjadi pilihan sobat Teruna? Hasil pilihan akan menentukan kita adalah teruna yang menyukakan hati Allah atau tidak. (EHAR)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Allah yang Mahabenar, ujilah hatiku dan aturlah perkataanku hanya untuk menyenangkan hati-Mu.