PILIHLAH KASIH!


Markus 3 : 1-6


1 Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. 2 Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. 3 Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: ”Mari, berdirilah di tengah!” 4 Kemudian kata-Nya kepada mereka: ”Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja. 5 Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: ”Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. 6 Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna, Sabat adalah hari ke tujuh dalam satu pekan. Pada hari ketujuh itulah Allah beristirahat, ketika Ia menciptakan dunia (Kej 2:2-3). Oleh karena itu Sabat berarti ”istirahat.” Beristirahat pada hari Sabat adalah wajib hukumnya bagi semua orang Yahudi (Kel 20:8-11).


Sobat Teruna, bacaan Alkitab hari ini mengisahkan tentang Yesus Kristus ketika menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya pada hari Sabat di dalam rumah ibadat. Hal ini sebenarnya bertentangan dengan hukum orang Yahudi yaitu beristirahat di hari Sabat. Menurut orang Yahudi menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat sama saja dengan bekerja. Jadi hal itu tidak boleh dilakukan. Namun demikian, Yesus Kristus ‘mengoreksi’ cara berpikir yang seperti itu. Hal ini tergambar dari pertanyaan Yesus, “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, melakukan kebaikan atau berbuat jahat, menyelamatkan atau membunuh orang?” (ayat 4). Yesus berdukacita, tidak ada satupun yang menjawab pertanyaan tersebut karena kedegilan mereka. Yesus marah dengan sikap orang banyak dalam rumah ibadat saat itu. Walaupun demikian, Yesus tetap menyatakan kasih-Nya dengan menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya.


Sobat Teruna, sering kali kita dihadapkan pada pilihan yang sulit dan membingungkan. Bahkan terkadang pilihan sulit itu menimbulkan kekuatiran atau mungkin ketakutan. Ingatlah selalu kepada Tuhan dan mintalah hikmat-Nya dalam doa, agar dapat menentukan pilihan yang benar. Apalagi bila itu berdampak pada keselamatan nyawa maupun masa depan diri seseorang atau pun orang banyak, maka pilihlah untuk melakukan kasih dan dalam kebenaran menurut firman Tuhan. Di mana pun Sobat Teruna berada dan dalam kondisi bagaimana pun, jangan ragu untuk mendahulukan kasih. Tuhan pasti memberkati. (AS)




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Tuhan, dengan hikmat-Mu sajalah aku dapat menentukan pilihan terbaik atas setiap keputusan.