PROTAGONIS & ANTAGONIS



1 Korintus 10 : 1-10

1 Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. 2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. 3 Mereka semua makan makanan rohani yang sama 4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. 5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun. 6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat, 7 dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: ”Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.” 8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang. 9 Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. 10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.


Adalah hal yang sangat umum jika di dalam sebuah film, khusus-nya dengan genre action ada tokoh jagoan dan penjahat, atau istilah kerennya protagonis dan antagonis. Tokoh jagoan (protagonis) adalah pemeran utama yang memperjuangkan kebenaran, keadilan dan kebajikan. Sebaliknya si penjahat (antagonis), sesuai namanya adalah sosok yang sadis, bengis dan mencintai segala bentuk kejahatan.


Gambaran nenek moyang bangsa Israel yang dinyatakan Paulus dalam bacaan kita hari ini sama dengan tokoh antagonis. Walaupun mereka berada dalam perlindungan Tuhan (ayat 1), dibaptis (ayat 2), makan makanan dan minum minuman rohani yang sama (ayat 3-4), tetapi sebagian besar dari mereka tetap tidak berkenan kepada Tuhan bahkan ditewaskan di padang gurun (ayat 5). Mengapa demikian? Karena mereka condong berperilaku seperti tokoh antagonis dalam sebuah film. Sebagian besar keinginan mereka dalam hidup adalah melakukan kejahatan (ayat 6). Sebab itu Paulus menasihati orang-orang Korintus untuk menjauhi hal-hal yang jahat, seperti menyembah berhala dan melakukan percabulan (ayat 7-8). Mereka juga diperingatkan untuk tidak mencobai Tuhan dan bersungut-sungut, supaya tidak dibinasakan-Nya.


Sobat Teruna, sebelum memulai segala aktivitas hari ini marilah memeriksa kekudusan hidup kita. Apakah kita adalah tokoh protagonis yang memikirkan, memperkatakan dan melakukan segala hal yang baik? Atau sebaliknya, kita adalah tokoh antagonis yang menaruh kebencian, dendam, dengki, iri hati, pikiran kotor dan segala macam jenis kejahatan bersarang di dalam hati dan pikiran?Ingatlah bahwa kita telah menerima keselamatan dan baptisan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Serahkanlah hidup kita seutuhnya di dalam tangan kasih-Nya. Biarkanlah Roh kudus membentuk kita manjadi anak-anak yang makin hari semakin berkenan kepada Nya. (VS)

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, mohon berikanlah kekuatan kepadaku untuk menjaga kekudusan hidup.