top of page

PUJILAH NAMA TUHAN



 

I Tawarikh 25 : 1-7


1 Selanjutnya untuk ibadah Daud dan para panglima menunjuk anak-anak Asaf, anak-anak Heman dan anak-anak Yedutun. Mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap. Daftar orang-orang yang bekerja dalam ibadah ini ialah yang berikut:

2 dari anak-anak Asaf ialah Zakur, Yusuf, Netanya dan Asarela, anak-anak Asaf di bawah pimpinan Asaf, yang bernubuat dengan petunjuk raja. 3 Dari Yedutun ialah anak-anak Yedutun: Gedalya, Zeri, Yesaya, Simei, Hasabya dan Matica, enam orang, di bawah pimpinan ayah mereka, Yedutun, yang bernubuat dengan diiringi kecapi pada waktu menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi Tuhan. 4 Dari Heman ialah anak-anak Heman: Bukia, Matanya, Uziel, Sebuel, Yerimot, Hananya, Hanani, Eliata, Gidalti, Romamti-Ezer, Yosbekasa, Maloti, Hotir dan Mahaziot. 5 Mereka ini sekalian adalah anak-anak Heman, pelihat raja, menurut janji Allah untuk meninggikan tanduk kekuatannya; sebab Allah telah memberikan kepada Heman empat belas orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan. 6 Mereka ini sekalian berada di bawah pimpinan ayah mereka pada waktu menyanyikan nyanyian di rumah Tuhan dengan diiringi ceracap, gambus dan kecapi untuk ibadah di rumah Allah dengan petunjuk raja. Demikianlah keadaan bani Asaf, Yedutun dan Heman. 7 Jumlah mereka bersama-sama saudara-saudara mereka yang telah dilatih bernyanyi untuk Tuhan – mereka sekalian adalah ahli seni – ada dua ratus delapan puluh delapan orang.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Salah satu hal yang penting dalam beribadah adalah nyanyian. Menyadari hal tersebut maka raja Daud memberi perhatian khusus ketika umat Israel menghadap Allah atau beribadah. Dalam perikop kita dapat melihat bagaimana Daud menyiapkan proses ibadah di rumah Tuhan. Daud menunjuk Asaf dengan keempat anaknya, Yedutun dengan keenam anaknya dan Heman dengan keempat belas anak-anaknya. Ketiga keluarga ini ditugaskan oleh raja Daud untuk menyiapkan segala bentuk puji-pujian ketika umat beribadah kepada Allah. Mereka secara silih-ganti memimpin puji-pujian dalam ibadah yang berlangsung dengan kecapi, gambus dan ceracap. Daud serius dan sungguh-sungguh menyiapkan puji-pujian umat sehingga ibadah yang dilaksanakan umat berkenan di hadapan Tuhan. Umat diajak untuk menyanyi dengan baik dan benar sebagai bentuk pujian kepada Tuhan yang telah menyelamatkan. Dengan adanya nyanyian umat yang diatur sedemikian rupa ketika beribadah maka akan memberi semangat tersendiri bagi umat Tuhan untuk merasakan, menghayati keberadaan Tuhan Allah dalam persekutuan tersebut.


Sobat Teruna, hal inilah yang juga harus dilakukan oleh umat Tuhan ketika beribadah dalam persekutuan yang ada. Kita diminta untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan dengan serius dan sungguh-sungguh sehingga pujian kita memberi sukacita iman. Mari kita puji dan muliakan nama Tuhan dalam kehidupan ini. Biarlah puji-pujian kita menjadi persembahan yang berkenan di hadapan Tuhan. Pujilah nama Tuhan. Muliakanlah nama Tuhan dalam hidup ini. (RM)




 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus berkati diriku agar dapat dengan kesungguhan hati memuji dan memuliakan nama-Mu dalam kehidupan ini. Berilah kuasa Roh Kudus untuk memampukan diriku memuji dan memuliakan nama-Mu dengan baik dan benar.

Comments


bottom of page