RAJA KORESH


Ezra 1:1-5


1 Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, Tuhan menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini: 2 ”Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. 3 Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah Tuhan. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem. 4 Dan setiap orang yang tertinggal, di mana pun ia ada sebagai pendatang, harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi rumah Allah yang ada di Yerusalem.”5 Maka berkemaslah kepala-kepala kaum keluarga orang Yehuda dan orang Benyamin, serta para imam dan orang-orang Lewi, yakni setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah Tuhan yang ada di Yerusalem.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Raja Koresh lahir di propinsi Persia. Ia putera seorang kepala suku (raja lokal) yang merupakan pengikut Raja Media. Tidak lama setelah Koresh naik takhta, Raja Media menyerang kerajaan Persia. Raja Koresh berhasil menang atas Raja Media dalam perang yang berlangsung kurang lebih 3 tahun. Selang beberapa tahun kemudian, Raja Koresh berhasil menaklukkan Raja Kroisos dari kerajaan Lydia, dan pada tahun 539 SM Raja Koresh dan tentaranya berhasil mengalahkan pasukan kerajaan Babel.


Sebagai penguasa dunia pada masa itu, Raja Koresh menampilkan gaya pemerintahan yang berbeda dari raja-raja yang lain. Raja Koresh tidak memaksa orang-orang dari bangsa lain untuk mengikuti agamanya. Sebaliknya, ia sangat mendukung dan menghormati agama bangsa lain. Hal ini terbukti dengan dikeluarkannya piagam Cyrus Cylinder yang berisikan jaminan kemerdekaan dan kebebasan beragama. Cyrus Cylinder juga memuat izin bagi orang-orang tawanan untuk pulang ke kampung halaman dan salah satu bangsa yang mendapatkan izin tersebut adalah bangsa Yehuda (bdk. Ez. 1:3). Sikap toleransi dan kemurahan hati yang ditunjukkan oleh Raja Koresh membuat dia dicintai dan dikagumi oleh banyak orang pada masanya. Bahkan Alkitab menyaksikan, Tuhan berkenan kepada Raja Koresh (bdk. Yes. 44:28; Yes. 45:1).


Sobat Teruna, belajar dari teladan Raja Koresh, marilah kita bersikap murah hati dan menghormati semua orang. Jadilah pembebas dan jangan menjadi penindas bagi sesama. Dengan cara itulah kita dapat meraih cinta Tuhan dan sesama. Raja Koresh pernah berkata: “Kapan pun engkau bisa, bertindaklah sebagai pembebas. Kebebasan, kehormatan, kekayaan, ketiganya adalah kebahagiaan terbesar manusia. Jika engkau memberikannya kepada orang-orang di sekitarmu, cinta mereka untukmu tidak akan pernah mati.” (SL)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Tuhan, tolong ajarlah aku untuk bersikap murah hati dan menghormati sesamaku.