RANGKULANNYA MENGHIBURKAN



 

Ratapan 1 : 1 – 6


1 Ah, betapa terpencilnya kota itu, yang dahulu ramai! Laksana seorang jandalah ia, yang dahulu agung di antara bangsa-bangsa. Yang dahulu ratu di antara kota-kota, sekarang menjadi jajahan. 2 Pada malam hari tersedu-sedu ia menangis, air matanya bercucuran di pipi; dari semua kekasihnya, tak ada seorang pun yang menghibur dia. Semua temannya mengkhianatinya, mereka menjadi seterunya. 3 Yehuda telah ditinggalkan penduduknya karena sengsara dan karena perbudakan yang berat; ia tinggal di tengah-tengah bangsa-bangsa, namun tidak mendapat ketenteraman; siapa saja yang menyerang dapat memasukinya pada saat ia terdesak. 4 Jalan-jalan ke Sion diliputi dukacita, karena pengunjung-pengunjung perayaan tiada; sunyi senyaplah segala pintu gerbangnya, berkeluh kesahlah imam-imamnya; bersedih pedih dara-daranya; dan dia sendiri pilu hatinya. 5 Lawan-lawan menguasainya, seteru-seterunya berbahagia. Sungguh, Tuhan membuatnya merana, karena banyak pelanggarannya; kanak-kanaknya berjalan di depan lawan sebagai tawanan. 6 Lenyaplah dari puteri Sion segala kemuliaannya; pemimpin-pemimpinnya bagaikan rusa yang tidak menemukan padang rumput; mereka berjalan tanpa daya di depan yang mengejarnya.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, jika melihat seseorang yang dahulu hidupnya senang, penuh dengan kemewahan, dikelilingi oleh banyak teman, tapi kemudian mengalami keterpurukan, hidup serba berkekurangan, ditinggalkan teman, merana dan kesepian, akibat kegemarannya mengkonsumsi narkoba, maka apa kita rasakan? Prihatin atau malah mencibir; “Ah, itu semua karena kesalahanya sendiri”.


Keruntuhan kota Yerusalem telah mengubah kota itu, dahulu ramai kini sepi, dahulu termasyur kini menjadi jajahan. Yerusalem yang dulunya sebagai pusat peribadahan telah kehilangan fungsinya. Sepi, tanpa pengunjung. Penduduk bahkan para iman yang masih ada kini hidup dalam kesedihan, keluh kesah dan meratap. Seteru dan lawan mereka tak ubahnya seperti pemburu yang dengan bebas mengejar mangsanya. Mereka kini hidup sebagai tawanan, seperti rusa yang tak menemukan padang rumput. Sungguh, Tuhan membuatnya merana karena banyak pelanggarannya. (ay 1-6).


Sobat Teruna, apapun bisa terjadi dalam kehidupan kita. Hidup kita bisa menjadi sama seperti Yerusalem, runtuh dan sunyi jika kita meninggalkan sumber kekuatan dan kehidupan yaitu Tuhan. Karena itu kita harus tetap menjaga kehidupan kita dengan ketaatan dan kesetiaan kepada Dia yang empunya hidup kita. Jangan menyimpang ke kiri ataupun ke kanan dari jalanNya.


Sobat Teruna, berita firman Tuhan hari ini juga mengajarkan kita, untuk mau mengulurkan tangan dan merangkul teman, keluarga atau orang di sekitar kita yang mengalami kehidupan seperti Yerusalem. Mereka yang mengalami keterpurukan, kejatuhan bahkan kemelaratan. Perhatian kita akan menjadi penghiburan yang menguatkan mereka. Kita tidak dihadirkan Tuhan untuk menghakimi mereka, melainkan untuk menyatakan kasihNya kepada semua orang. Kita melakukannya karena kitapun telah merasakan rangkulan kasih Bapa melalui Yesus Kristus yang memberikan kita kelegaan. (BMD)

 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Doa: Tuhan, mampukan aku untuk selalu menyatakan kasihMu bagi siapa saja sejauh kuatku, agar seluruh dunia mengenal Engkau sebagai sumber kasih karunia dan damai sejahtera.