top of page

RATAPAN ANAK TUHAN






 


Yeremia 9 : 17-22


17 Perhatikanlah! Panggillah perempuan-perempuan peratap, supaya mereka datang, dan suruhlah orang kepada perempuan-perempuan yang bijaksana, supaya mereka datang! 18 Biarlah mereka bersegera dan meratap karena kita, supaya mata kita mencucurkan air mata, dan kelopak mata kita melelehkan air! 19 Sebab terdengar ratapan dari Sion: Wahai binasalah kami! Kami sangat dipermalukan! Sebab kami harus meninggalkan negeri ini, karena rumah-rumah kediaman kami dirobohkan orang. 20 Maka dengarlah firman TUHAN, hai perempuan-perempuan, biarlah telingamu menerima firman dari mulut-Nya; ajarkanlah ratapan kepada anak-anakmu perempuan, dan oleh setiap perempuan nyanyian ratapan kepada temannya: 21 "Maut telah menyusup ke jendela-jendela kita, masuk ke dalam istana-istana kita; ia melenyapkan kanak-kanak dari jalan, pemuda-pemuda dari lapangan; 22 mayat-mayat manusia berhantaran seperti pupuk di ladang, seperti berkas gandum di belakang orang-orang yang menuai tanpa ada yang mengumpulkan."


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.


 

Ratapan Yehuda bermula dari kebebalan hati mereka yang mendukakan hati Allah, peringatan-peringatan Allah melalui para Nabi untuk berbalik kembali kepada jalan-Nya tidak juga diindahkannya, hingga konsekuensi yang harus mereka terima yaitu: dipermalukan (dikalahkan) oleh lawan-lawan mereka, terusir dari tanah leluhur yang sudah dijanjikan bagi mereka, rumah-rumah mereka hancur karena serbuan dan jarahan lawan-lawan mereka, hingga kematian sanak saudara ditengah-tengah mereka.


Terkadang kita pun tahu apa yang akan kita lakukan tidak menyukakan hati Allah; dengan kemudahan akses informasi dari smartphone yang kita miliki kita mengakses jawaban-jawaban ujian disaat sedang melaksanakan ujian. Dengan kepiawaian kita menggunakan aplikasi pengolahan dokumen, tombol copy dan paste menjadi andalan untuk memindahkan karya teman ke dalam tulisan kita. Dengan bermodalkan solidaritas buta, kita menjadi agen komunitas untuk menyuarakan komentar-komentar spontan, yang lebih sering sepihak dan melukai perasaan dan kepentingan komunitas-komunitas lain. Kita memilih untuk tetap melakukannya karena kita butuh; nilai bagus dalam ujian, peringkat terbaik dalam hasil karya tulis, pengakuan dari komunitas kita sebagai yang paling solid dan paling viral. Peringatan-peringatan Allah yang disampaikan kepada kita melalui bermacam cara pun kita abaikan, hingga konsekuensi (yang menurut kita) pahit dari pilihan yang kita pilih tersebut harus kita jalani.


Ratap dan tangis perempuan-perempuan Yehuda mewakili kesungguhan penyesalan mereka akan perbuatan mereka yang mendukakan Allah. Bagaimanapun, konsekuensi dari perbuatan itu tetap harus dijalani sebagai wujud pembentukan Allah terhadap umat pilihan-Nya.


Sobat teruna, berserulah pada-Nya! akui perbuatan kesalahan dengan sungguh, dan jalani konsekuensi dari apa yang sudah sobat teruna pilih! Barangkali Allah berkenan dan kembali suka hati-Nya. (IND)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

"Lupakanlah kebodohanku yang tidak mau mendengarkan kehendak-Mu, ya Tuhan, dan mampukanlah aku menjalani konsekuensi dari perbuatanku ini."




bottom of page