top of page

RELA BERKORBAN






 


Filemon 1 : 17 – 19


17 Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri.

18 Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku –

19 aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya – agar jangan kukatakan: ”Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!” – karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 

Apakah di antara kita ada yang punya sahabat ? Alangkah senangnya apabila kita punya sahabat. Ada teman untuk sharing, berbagi suka dan duka. Sahabat adalah orang yang dekat di hati kita. Meskipun sahabat kita berbuat salah kepada kita, akan sangat mudah kita maafkan. Apabila sahabat kita mendapatkan masalah, tentu dengan senang hati dan penuh kerelaan kita akan menolong dia. Apapun akan kita lakukan untuk menolong sahabat kita.


Dalam bacaan Alkitab hari ini, Rasul Paulus menulis surat kepada Filemon agar dia menerima Onesimus, serta mengasihi dan memaafkannya. Siapa Onesimus ? Onesimus adalah seorang budak yang melarikan diri dari rumah Filemon, tuannya. Onesimus pernah melakukan kesalahan kepada Filemon. Rasul Paulus rela menulis surat ini kepada Filemon karena ia sangat mengasihi Onesimus dan ia berharap agar Filemon mau mengampuni Onesimus. Rasul Paulus telah telah menganggap Onesimus sebagai anaknya sendiri. Paulus berharap agar Filemon mau menerima Onesimus kembali sebagai saudara seiman yang terkasih. Paulus ingin agar Filemon menjadikan Onesimus sebagai sahabat seiman di dalam Kristus.


Sobat teruna, Kristus sangat mengasihi kita dan rela berkorban demi kita semua, meskipun kita adalah orang yang berdosa dan banyak melakukan kesalahan. Yesus tidak melihat kesalahan kita lagi karena cinta kasih-Nya yang begitu besar kepada kita sudah terbukti melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. Pengorbanan itu dilakukan dengan sepenuh hati dan jiwa-Nya. Maukah kita meneladani Kristus, dengan berkorban demi kebaikan sesama ? Jadikanlah pertanyaan ini sebagai perenungan sekaligus meneguhkan komitmen kita untuk rela berkorban bagi sesama. MPB



 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


“Ya Tuhan, ajarlah aku menjadi teruna yang rela berkorban demi kebaikan.”



Comments


bottom of page