top of page

ROTI YANG SATU



 

1 Korintus 10 : 14-17

14 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala! 15 Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan! 16 Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? 17 Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Di suatu sore terlintas pemandangan unik di perempatan jalan kota. Seorang pengamen cilik bersama dengan adiknya diberikan sepotong roti merek ternama oleh seseorang yang ada di dalam mobil mewah, sesaat setelah dia selesai melantunkan lagunya. Si biduan jalanan tahu bahwa roti itu sangat enak rasanya. Dia pun tergerak membelahnya menjadi dua, supaya bisa diberikan kepada sang adik tersayang. Dia ingin si adik juga mendapatkan kenikmatan yang sama dari roti mewah itu.


Sobat Teruna, setiap orang yang beriman kepada Kristus mendapatkan nikmat anugerah kesalamatan dari sumber yang sama, yaitu tubuh dan darah Kristus yang tersalib. Hal tersebut secara simbolis digambarkan sebagai roti dan anggur (dalam cawan). Di dalam Kristus kita memperoleh persekutuan yang utuh dengan semua orang percaya, seperti yang digambarkan dalam bacaan hari ini (ayat 16-17). Prosesi makan roti dan minum anggur di ibadah perjamuan kudus, dibuat untuk mengingat serta merayakan makna pengorbanan Kristus tersebut. Dalam tata cara aslinya, perjamuan kudus dilakukan dengan cara minum anggur dari cawan yang sama dan memakan setangkup roti utuh yang dipotong kecil-kecil serta dibagikan ke semua jemaat. Atas dasar inilah persekutuan kasih yang erat harus terjadi di dalam gereja yang sejatinya adalah perwujudan kesatuan tubuh Kristus.


Meskipun sudah cukup lama tidak bertemu fisik dengan rekan teruna dan kakak layan PT di gereja akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, hati kita harus selalu saling terpaut. Kasih dan kepedulian kita kepada mereka yang sakit atau mengalami kesulitan hidup lainnya harus tetap terjaga. Gereja harus menjadi etalase kasih, yang mendemonstrasikan kebajikan dan keadilan untuk mendatangkan berkat bagi banyak orang. (VS)

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Bapa yang baik, mohon berikan aku kepekaan untuk memerhatikan teman yang dalam kesulitan. Biarlah keberadaanku boleh menjadi berkat untuk mereka.

Comments


bottom of page