top of page

SEHAT ROHANI



 

Ayub 9 : 11 - 16


11 Apabila Ia melewati aku, aku tidak melihat-Nya, dan bila Ia lalu, aku tidak mengetahui. 12 Apabila Ia merampas, siapa akan menghalangi-Nya? Siapa akan menegur-Nya: Apa yang Kaulakukan? 13 Allah tidak menahani murka-Nya, di bawah kuasa-Nya para pembantu Rahab membungkuk; 14 lebih-lebih aku, bagaimana aku dapat membantah Dia, memilih kata-kataku di hadapan Dia? 15 Walaupun aku benar, aku tidak mungkin membantah Dia, malah aku harus memohon belas kasihan kepada yang mendakwa aku. 16 Bila aku berseru, Ia menjawab; aku tidak dapat percaya, bahwa Ia sudi mendengarkan suaraku;



Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.


 


Kejadian yang menimpa Ayub tidak hanya kehilangan semua hartanya dan semua anak yang akan menjadi generasi penerusnya, Iblis bahkan terus mencobai Ayub dengan penyakit barah (bengkak yang mengandung nanah, bisul atau tumor) yangbusuk. Sangat manusiawi jika Ayub merasakan kesedihan yang mendalam akibat penderitaan tersebut, seolah tidak ada harapan lagi di dalam hidupnya.


Kualitas hidup setiap manusia dapat dilihat dari tiga faktor, yaitu kesehatan fisik, kesehatan mental dan kesehatan rohaninya. Yang dialami oleh Ayub ini tidak hanya “menyerang” kesehatan fisiknya saja (sakit barah yang busuk dari ujung kepala sampai ujung kaki), tetapi juga kena ke kesehatan mentalnya (kehilangan anggota keluarga, kehilangan hartanya, dikucilkan dari lingkungannya karena badannya yang menimbulkan bau busuk). Sebagai orang yang saleh, Ayub menjalin hubungan kedekatan dengan Allah Sang Pemilik hidupnya, sehingga semua yang terjadi tidakmelemahkan iman percayanya kepada Allah. Ayub tetap sabar dalam menjalani penderitaannya. Ia tidak membantah Allah atau menggugat Allah, namun menyerahkan seluruh hidupnya dalam otoritas/ kendali Allah, yang berhak melakukan apa saja dalam hidupnya


Sobat teruna, anak muda di zaman sekarang ini, selalu berusaha untuk meningkatkan kesehatan fisik (dengan olahraga di pusat kebugaran, makan makanan yang sehat dan bergizi) dan menjaga kesehatan mentalnya (berlibur di daerah wisata, melakukan hobi, yang sering disebut dengan aktivitas “healing”), tapi melalaikan kesehatan rohani (yang berkaitan dengan agama), yang justru merupakan faktor yang paling penting untuk diperhatikan dan dikuatkan. Belajar dari Ayub, yang menguatkan kesehatan rohaninya dengan ibadah, sehingga ketika penderitaan datang melemahkan fisik dan mentalnya, ia bisa tetap kuat dan bertahan karena iman percaya pada Allah. VF/ep



 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

" Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu hari ini, mengingatkanku untuk

menjaga kesehatan rohani dengan rajin beribadah, berdoa dan membaca firman

-Mu."

bottom of page