top of page

SEMBUH DARI KEBIASAAN BURUK




 

LUKAS 4 : 40 - 41


40 Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. 41 Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: ”Engkau adalah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.


 


Sobat Teruna, kita sering mendengar adanya istilah penyembuhan Ilahi yang dilakukan oleh Gereja-gereja yang beraliran kharismatik. Penyembuhan yang dilakukan, pada umumnya bersifat massal, serempak untuk banyak orang. Berbeda dengan cara Yesus

menyembuhkan orang banyak yang sakit dan dibawa kepada-Nya. Lukas menceritakan kepada kita dalam bacaan kita bahwa Yesus masih berada di Kapernaum. Menjelang matahari terbenam, Lukas mencatat banyak orang disembuhkan oleh Yesus. Bila matahari terbenam, maka itu berarti bahwa hari Sabat tidak berlaku lagi sehingga tidak ada larangan untuk menyembuhkan orang sakit. Saat menyembuhkan, Yesus meletakkan tangan-Nya atas mereka. Yesus tidak melaksanakan penyembuhan secara massal atau serempak melainkan pribadi-pribadi. Yesus melarang orang-orang yang disembuhkan itu untuk berbicara tentang penyembuhan tersebut.


Sobat Teruna, zaman sekarang ini bukan hanya penyakit tubuh saja yang kita hadapi. Seperti misalnya : flu, batuk, demam, kleb jantung terganggu, paru-paru basah, lever, kanker dan sebagainya. Di kalangan teruna jaman sekarang penyakit yang sedang merajalela adalah kebiasaan suka berfoya-foya, bermain games menggunakan gadget sampai lupa waktu, sehari-harian di dalam kamar menonton youtube, chat-chat-an dengan teman sampai lupa belajar dan mengerjakan tugas sekolah, dan masih banyak lagi.


Hari ini, Lukas mengingatkan kita agar kita datang pada Yesus mohon kesembuhan sehingga kita dapat mengisi waktu-waktu kita dengan hal-hal yang bermanfaat untuk meraih cita-cita kita. Meminta Yesus menolong kita untuk dapat membagi waktu dengan baik sehingga hari-hari yang kita lewati kita isi dengan perbuatan-perbuatan yang membangun iman kita dan membuka wawasan kita. Mari, sobat Teruna kita mengakhiri tahun ini dengan sebuah komitmen : “Aku mau sembuh dari hal-hal yang tidak membangun kehidupanku". Tuhan memberkati. UR/wet



 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

"Ya Tuhan, tolong aku untuk berubah agar di tahun yang baru aku menjadi pribadi yang dapat mengisi waktu dengan hal—hal yung bermanfaat."

bottom of page