top of page

SEPERTI CARAMU MENCINTAIKU



 

Yohanes 19:31-37


31 Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. 32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; 33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

35 Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. 36 Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan."37 Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."



Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 

Seseorang yang akan bepergian meninggalkan rumah dalam keadaan kosong tentunya akan memastikan keamanan rumah dalam keadaan aman. Mengecek apakah semua pintu telah tertutup dengan baik serta peralatan yang berpotensi menimbulkan bahaya seperti kebakaran sudah dalam kondisi aman.


Sobat Teruna, menurut tradisi bangsa Romawi, orang yang disalibkan akan dibiarkan tergantung di tiang salib sampai mati bahkan sampai menjadi santapan burung bangkai dan hewan liar lainnya. Pada peristiwa penyaliban Tuhan Yesus, hal itu tidak terjadi. Orang-orang Yahudi datang kepada Pilatus meminta kepadanya agar diizinkan untuk mematahkan kaki mereka yang tergantung di kayu salib serta menurunkan mereka. Hal tersebut dikarenakan umat Israel mempersiapkan hari Sabat dan menjelang Paskah. Karena itu, tidak boleh ada mayat yang tergantung disalib. Prajurit lalu mematahkan kaki dari dua orang penjahat yang disalib bersama Yesus untuk mempercepat proses kematiannya. Sedangkan kaki Tuhan Yesus tidak dipatahkan karena mereka tahu bahwa Ia sudah mati. Untuk memastikan hal itu, salah seorang dari prajurit menusuk lambung-Nya dengan tombak, sehingga mengalirlah keluar darah dan air.


Sobat Teruna, peristiwa lambung yang ditikam sungguh amat pedih. Namun hal itu memang harus terjadi sebagai penggenapan Firman Tuhan, sekaligus menjadi tanda bahwa Ia memang benar-benar telah mati. Dengan kematian-Nya yang sempurna, telah menjelaskan bahwa kebangkitan-Nya menjadi peristiwa yang luar biasa dan menakjubkan.


Sobat Teruna, semua yang dialami Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita tentang arti kasih yang sempurna. Ia mengingatkan kita, saat mencintai haruslah secara total dan dengan segenap hati. Lihat dan pandanglah salib-Nya dengan iman. Karena Dia yang tersalib adalah yang Mahakasih. Mencintailah seperti Dia mencintai. (BMD)

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan, biarlah kiranya darah dan air yang mengalir dari lambung-Mu yang tertusuk memberi kesucian bagi hatiku untuk mengasihi dan mencitai sesamaku seperti Engkau mengasihi dan mencintaiku.

bottom of page