SETAN PUN MENGAKUI KUASA TUHAN YESUS


Matius 8: 28-34


28 Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu. 29 Dan mereka itu pun berteriak, katanya: ”Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” 30 Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan. 31 Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: ”Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.” 32 Yesus berkata kepada mereka: ”Pergilah!” Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air. 33 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. 34 Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Kata kerasukan dalam KBBI[1] berarti kemasukan (roh jahat); kesurupan. Orang yang kerasukan mengalami penderitaan karena tubuhnya dikuasai setan[2]. Ia bisa tiba-tiba menyerang karena roh jahat itu sedang ingin mengamuk, padahal secara pribadi dia mau diam. Sobat Teruna dapat membayangkan kelelahan fisk dan pertentangan batin yang dialami oleh orang yang kerasukan. Kondisi inilah yang dijumpai Tuhan Yesus, ketika berjalan di daerah orang Gadara[3]. Ia didatangi oleh dua orang yang kerasukan setan sambil berteriak-teriak. Mereka memanggil Yesus dengan sebutan Anak Allah. Secara umum, yang dapat menyebut Anak Allah itu hanyalah orang yang dikuasai Roh Kudus[4]. Namun demikian, kali ini roh jahat itu memanggil Yesus sebagai Anak Allah. Artinya, setan-setan mengakui kemahakuasaan Tuhan Yesus melampaui kuasa yang mereka miliki. Bila kita membaca lebih lanjut, tampak sekali roh jahat itu sangat marah dan ketakutan, ketika berhadapan dengan Tuhan Yesus. Sekalipun demikian, Tuhan Yesus tidak marah kepada pribadi yang kerasukan itu. Sebaliknya, Tuhan Yesus sangat mengasihi mereka. Ketika roh jahat itu mohon dipindahkan ke dalam tubuh sekelompok babi yang ada di sekitar mereka, Tuhan Yesus melakukannya.


Sobat Teruna, betapa besar kuasa Tuhan Yesus dan kasih sayang-Nya kepada manusia. Tuhan Yesus menghendaki semua orang menjadi selamat. Karena itu, mari mengakui kemahakuasaan Tuhan Yesus dan lembutkanlah hati agar hidup kita terbebas dari berbagai kuasa jahat yang menganggu. (EJRZ)

[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia [2] https://kbbi.web.id/setan [3] Daerah yang terletak di sebelah timur Sungai Yordan dan di sebelah selatan Danau Galilea. Penduduk, arsitektur dan gaya hidup orang-orang yang ada di daerah tersebut terpengaruh oleh budaya Yunani. [4] 1 Korintus 12:3



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, kuasa-Mu melampaui kuasa dunia. Mohon mampukanlah aku untuk berpegang teguh pada kuasa-Mu.



© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon