SETURUT KEHENDAK-NYA, BUKAN KEHENDAKKU


Matius 6 : 10

10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.



Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974,2018.


"Orang Kristen kalau berdoa janganlah meminta: Allah hadirlah di sini! Kalau Allah hadir, wah bisa-bisa kita meninggal semua, kiamat dong!” Begitulah kata Mongol, seorang Comic (sebutan bagi seorang Stand Up Comedian) Indonesia. Ucapan Mongol ini langsung disambut tawa riuh dari seluruh penonton. (Sumber: Twitter.com)


Penyampaian Mongol, mungkin ada benarnya. Allah itu Suci dan Kudus. Manusia itu hina dina dan penuh dosa. Manusia tidak mungkin menjumpai Allah secara langsung. Itulah sebabnya Inkarnasi Allah terjadi dalam diri Yesus Kristus. Allah menjadi manusia agar bisa menjumpai dan hidup bersama manusia.


Lalu, apakah artinya berdoa ‘Datanglah Kerajaan-Mu’ dalam bagian Doa Bapa Kami ini? Iman Kristen memahami bahwa Kerajaan Allah adalah kondisi yang sudah, sedang dan akan berlangsung dalam kehidupan ini.Kerajaan Allah senantiasa hadir dan terjadi di tiga kurun waktu; masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Kerajaan Allah adalah kondisi bahwa Ia berkuasa dengan penuh kasih dan damai sejahtera untuk kepentingan ciptaan-Nya. Supaya kondisi itu bisa terwujud maka diperlukan kerja sama antara manusia dengan Allah. Itu sebabnya bagian berikut doa itu menyatakan agar kehendak Allah terjadi di bumi seperti di sorga. Artinya, kehendak Allah-lah yang harus menjadi kehendak kita. Sudahkah Sobat Teruna berlaku demikian, yaitu hati, pikiran, ucapan dan tingkah laku sehari-hari menyatakan kehendak Allah? Bagan di bawah ini bisa membantu untuk merenungkan sudah sejauh mana kehendak kita telah seturut kehendak Allah. Mari kita pasangkan! (ES)





Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Tuhan, tolong mampukan aku melakukan kehendak-Mu dan bukan kehendakku, sehingga kondisi damai sejahtera atau Kerajaan Allah nyata di bumi ini.