SIAPAKAH ORANG YANG BERBAHAGIA?



 

Matius 5 : 1-4

1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. 2 Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: 3 ”Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,

karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, siapa yang tidak ingin hidupnya mengalami senang dan berbahagia? Tentu tak ada. Terkadang kebahagiaan tersebut diukur dengan banyaknya harta, memiliki jabatan yang tinggi, gaji dan tunjangan yang gede. Itulah sebabnya banyak orang tua yang ingin menyekolahkan anak-anaknya sampai ke Perguruan Tinggi agar kelak dapat bekerja dan memiliki jabatan yang tinggi. Namun, apakah kebahagiaan tersebut hanya diukur dari harta kekayaan atau memiliki jabatan yang tinggi di tempat kerja serta menjadi orang yang terpandang di mata masyarakat?


Dalam pengajaran Yesus Kristus di atas bukit, Ia berbicara tentang kebahagian orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga (ay. 3). Bisa jadi bahwa orang-orang yang mendengar perkataan Yesus saat itu, sedang mengalami kemiskinan, seperti yang Ia katakan akibat penjajahan bangsa Romawi yang begitu menindas mereka. Itulah sebabnya Yesus mengatakan “Berbahagialah mereka….” Sebab Allah sangat peduli dan mengasihi orang-orang yang miskin, menderita, serta yang berduka. Yesus Kristus ingin mengatakan bahwa orang-orang seperti itu akan mendapatkan kasih sayang. Bahkan mereka akan menempati Kerajaan Allah. Jadi, walaupun mereka menderita dan miskin di dalam dunia, namun akan menikmati kehidupan yang kekal di sorga.


Sobat Teruna, jangan cepat berkecil hati kalau kondisi hidup kita tidak seperti keadaan orang lain yang mengalami kemewahan dalam hidupnya. Memang keterbatasan ekonomi sebuah keluarga selalu berdampak seseorang disepelekan orang lain atau tidak diperhitungkan. Jangankan di mata masyarakat, di dalam gereja pun hal itu sering terjadi. Ingatlah bahwa Yesus Kristus sudah berpesan “berbahagialah”, sebab kita berharga di mata-Nya. Bahkan Ia berkata kita adalah pemilik Kerajaan Allah. (SN)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus, mohon ajarlah aku untuk selalu mengucap syukur, apa pun keadaan hidup yang dialami. Biarlah kasih-Mu selalu menguatkan dan memberkati kami.