SIKAPNYA KEREN ABIS!


Matius 26 : 47-56


47 Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. 48 Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: ”Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia.” 49 Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: ”Salam Rabi,” lalu mencium Dia. 50 Tetapi Yesus berkata kepadanya: ”Hai teman, untuk itukah engkau datang?” Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya. 51 Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya. 52 Maka kata Yesus kepadanya: ”Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. 53 Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? 54 Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?” 55 Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: ”Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. 56 Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi.” Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.



Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Dalam tradisi umat Katolik, hari ini ada peringatan yang disebut Kamis Putih. Kamis Putih adalah salah satu bagian dari Trihari Suci, selain Jumat Agung dan Sabtu Suci (GPIB menyebutnya Sabtu Teduh). Kamis Putih adalah peringatan saat Yesus membasuh kaki para murid-Nya, melakukan perjamuan terakhir dan akhirnya tertangkap di Taman Getsemani.


Dalam Kamis Putih ada peristiwa Yudas Iskariot mengkhianati Tuhan Yesus. Ia menyerahkan Gurunya kepada serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, yang disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Pada perikop sebelumnya (ayat 14-16) diceritakan bahwa Yudas memperoleh imbalan tiga puluh keping perak. Murid-murid yang lain mencoba mencegah penangkapan itu, namun tidak berhasil. Bahkan salah satu dari para murid sampai menggunakan pedang untuk melindungi Guru mereka. Namun, Tuhan Yesus justru menegur murid-Nya tersebut. Ia tampak rela memberi diri ditangkap supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi. Anehnya, kemudian semua murid meninggalkan Dia dan melarikan diri. Meskipun demikian, Tuhan Yesus nampak siap menghadapi keadaan yang sudah dinubuatkan itu.


Sobat Teruna, kita belajar dari Tuhan Yesus yang tetap memiliki hati yang mulia, meski dihianati orang terdekat. Tuhan Yesus tidak terpancing ikut-ikutan menggunakan kekerasan ketika diperlakukan tidak adil dan di tengah situasi yang ‘memanas.’ Penguasaan diri-Nya sungguh memukau hati. Ia tenang, berwibawa dan tampak siap menghadapi situasi maupun kondisi yang ada. Mari datang kepada-Nya dan memohon diberikan pengajaran tentang kelemah-lembutan, kesabaran dan kerendahan hati. Jangan meninggalkan Dia karena kecewa atau demi memperoleh harta duniawi. Di dalam diri Yesus Kristus ada kasih yang suci dan hati yang mulia. (YRLJ)


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, tolong ajarilah aku agar dapat bersikap lemah lembut, sabar dan rendah hati seperti yang Engkau teladankan.