top of page

SOLIDARITAS TERHADAP YANG LEMAH



 

Roma 15: 1-3

1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: ”Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku.”


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, bila berbicara tentang yang kuat dan yang lemah, apa yang biasanya muncul di benak kita? Bisa tentang hal fisik, pengetahuan, daya imaginasi, segi ekonomi, mental, karakternya, moral spiritualitas, dll. Boleh saja kita menyebutkan semuanya itu, tidak ada salahnya. Namun dalam konteks bacaan hari ini secara khusus Rasul Paulus berbicara tentang yang kuat dan yang lemah dalam hal iman percaya. Rasul Paulus menegur mereka yang merasa kuat dalam imannya sehingga menjadi sombong rohani atau merasa benar sendiri, kemudian meremehkan atau merendahkan yang lemah imannya. Menurut Rasul Paulus, sikap seperti itu tidak boleh. Jemaat harus membantu mereka yang lemah karena mungkin saja mereka baru menjadi Kristen atau tidak mengerti isi Alkitab disebabkan tidak ada yang mengajarkannya, dll. Bila mereka berada di posisi sebagai yang kuat, maka harus bersyukur dan membantu yang lemah. Mereka harus rendah hati karena sesungguhnya Tuhan Yesus yang memberikan kekuatan dan berkat-berkat yang berlimpah itu.


Sobat Teruna, mari kita lakukan apa yang Rasul Paulus nasihatkan. “Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya” (ay.1-2). Dalam konteks kita saat ini, sebagai teruna-teruna GPIB yang percaya kepada Yesus Kristus, apakah yang sudah dilakukan untuk menopang teman-teman yang lemah? Kita dapat memberikan kekuatan melalui perkataan atau pun ayat-ayat Alkitab, baik itu lewat WA, Tik Tok maupun lewat perilaku solidaritas sehari-hari. Menyenangkan mereka yang lemah dan dilakukan dalam kebenaran adalah teladan yang harus kita lakukan sebagai teruna-teruna GPIB! (YDTL)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus tolonglah aku agar dimasa mudaku ini, aku belajar memerhatikan sesamaku yang “lemah” terutama sesama para teruna yang ada dilingkungan kehidupanku.


bottom of page