SUKACITA YANG BESAR


 

Nehemia 12 : 38-43


38 Dan paduan suara yang kedua berarak ke kiri dan aku mengikutinya dengan sebagian dari orang-orang itu melalui tembok dan menara Perapian sampai tembok Lebar. 39 Lalu kami melalui pintu gerbang Efraim, pintu gerbang Lama, pintu gerbang Ikan, menara Hananeel dan menara Mea sampai pintu gerbang Domba. Mereka berhenti di pintu gerbang Penjagaan. 40 Kemudian kedua paduan suara itu berdiri di rumah Allah. Demikian juga aku bersama-sama sebagian dari para penguasa, 41 dan para imam, yakni: Elyakim, Maaseya, Minyamin, Mikha, Elyo”enai, Zakharia, Hananya dengan memegang nafiri, 42 dan Maaseya, Semaya, Eleazar, Uzi, Yohanan, Malkia, Elam dan Ezer. Lalu para penyanyi memperdengarkan kidung di bawah pimpinan Yizrahya. 43 Pada hari itu mereka mempersembahkan korban yang besar. Mereka bersukaria karena Allah memberi mereka kesukaan yang besar. Juga segala perempuan dan anak-anak bersukaria, sehingga kesukaan Yerusalem terdengar sampai jauh.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 


Sobat Teruna, sukacita adalah perasaan hati yang girang karena jerih lelah dan kerja keras yang dilakukan akhirnya memberikan hasil yang baik sesuai dengan harapan. Sukacita itu kemudian dibagikan kepada orang lain dengan mengadakan ibadah syukur. Ada juga yang menyatakan sukacita dengan menyanyi ataupun memberi persembahan syukur.


Bangsa Israel sangat bersukacita ketika pembangunan tembok Yerusalem selesai dilakukan. Mereka begitu bersukaria karena Allah memberi mereka kesukaan yang besar (ayat 43). Para imam memegang nafiri. Para penyanyi memperdengarkan kidung yang indah. Paduan suara mendendangkan lagu dengan merdu. Korban bakaran yang terbaik mereka persembahkan. Semua bersukacita atas hasil kerja keras yang telah mereka lakukan. Mereka menyampaikan nyanyian syukur bagi Allah yang penuh kuasa dan begitu setia menolong serta melindungi mereka hingga tembok Yerusalem dapat diresmikan. Semua itu bisa terjadi karena Allah turut bekerja, sehingga hasilnya memberikan sukacita yang besar bagi bangsa Israel. Bahkan kegembiraan mereka terdengar sampai jauh.


Sobat Teruna yang dikasihi Tuhan, bacaan hari ini mengajarkan kita untuk selalu melakukan yang terbaik dalam segala hal. Allah tidak mengajarkan kita untuk bermalas-malasan, atau pun asal-asalan dalam berkarya. Walaupun tantangan besar menghalangi, kita tidak boleh patah semangat. Ingatlah bahwa Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia (Roma 8:28). Pembangunan kembali tembok Yerusalem dilakukan bukan tanpa halangan dan rintangan, tetapi mereka mampu melalui semua itu bersama Allah. Akhirnya mereka semua bersukacita. Demikian juga dengan Sobat Teruna. Percayalah bahwa apa yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan mendatangkan sukacita dan kegembiraan bagi diri sendiri maupun orang lain serta memuliakan Nama Allah. (SMS)


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan hari ini aku belajar untuk lebih bersungguh-sungguh dalam melakukan semua tugas dan tanggung jawabku, sehingga mendapatkan hasil yang terbaik serta mendatangkan sukacita bagiku. Terimakasih Tuhan untuk selalu ada dalam setiap musim kehidupanku.