top of page

SUMPAH



 

Nehemia 10 : 28-29

28 Dan orang-orang yang lain, yakni: para imam dan orang-orang Lewi, para penunggu pintu gerbang, para penyanyi, para budak di bait Allah dan segala orang yang memisahkan diri dari penduduk negeri untuk patuh kepada hukum Allah, serta isteri mereka, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka, begitu juga semua orang yang cukup dewasa untuk mengerti, 29 menggabungkan diri dengan saudara-saudara mereka, yakni pemuka-pemuka mereka itu. Mereka bersumpah kutuk untuk hidup menurut hukum Allah yang diberikan dengan perantaraan Musa, hamba Allah itu, dan untuk tetap mengikuti dan melakukan segala perintah Tuhan, yakni Tuhan kami, serta segala peraturan dan ketetapan-Nya.



Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, sumpah mempunyai arti suatu pernyataan yang disertai tekad untuk melakukan sesuatu. Tekad itu membuat seseorang yang bersumpah mampu untuk bertahan dalam keadaan apa pun hanya untuk bisa menjaga sumpah. Sumpah bukanlah hal yang sembarangan diucapkan. Jika seseorang sudah bersumpah maka ia sudah terikat dengan sumpahnya itu. Apalagi jika seseorang sudah bersumpah di hadapan Tuhan.


Bacaan kita hari ini terambil dari kitab Nehemia yang bercerita tentang Israel yang berkumpul setelah kembali dari pembuangan. Mereka menaikkan doa pengakuan dosa dan juga pengakuan akan kebaikan Tuhan. Kemudian dalam bacaan kita hari ini, Nehemia menceritakan mengenai orang-orang Israel yang mengangkat sumpah untuk setia kepada Tuhan. Sumpah ini adalah sumpah yang penting. Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk dan sering berlaku tidak setia kepada Tuhan. Sadar bahwa mereka sering berlaku tidak setia kepada Tuhan maka mereka membuat sumpah untuk menegaskan kesetiaan mereka kepada Tuhan.


Sobat Teruna, sumpah itu seperti janji. Sumpah maupun janji harus ditepati. Apalagi jika kita mengucapkan sumpah itu kepada Tuhan. Contoh, jika kita bersumpah kepada Tuhan untuk beribadah setiap minggu, maka kita harus beribadah setiap minggu. Jika kita melanggar sumpah itu, maka hal itu sama seperti seseorang yang mempunyai hutang. Jika seseorang mempunyai hutang, maka sang penagih hutang akan datang untuk menagih. Jika kita tidak menepati sumpah kepada Tuhan, maka Tuhan akan menunggu dan meminta pertanggungjawaban kita. Hal yang sama juga berlaku untuk janji. Jika kita berjanji untuk orangtua kita, maka itu juga harus kita tepati. Orangtua adalah utusan dari Tuhan untuk menjaga dan merawat kita sebagai teruna. (BA)



 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan, ajar aku untuk menepati janji.

Ajar juga aku untuk terus setia kepada-Mu, Tuhan.



bottom of page