top of page

Tahir (tidak sama dengan) Berbohong






 


1 Samuel 21 : 1-6


1. Sampailah Daud ke Nob kepada Ahimelekh, imam itu. Dengan gemetarf Ahimelekh pergi menemui Daud dan berkata kepadanya: "Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?"

2. Jawab Daud kepada imam Ahimelekh: "Raja menugaskan sesuatu kepadaku, katanya kepadaku: Siapapun juga tidak boleh mengetahui sesuatu dari hal yang kusuruh kepadamu dan yang kutugaskan kepadamu ini. Sebab itu orang-orangku telah kusuruh pergi ke suatu tempat.

3. Maka sekarang, apa yang ada padamu? Berikanlah kepadaku lima roti atau apapun yang ada."

4. Lalu jawab imam itu kepada Daud: "Tidak ada roti biasa padaku, hanya roti kudus yang ada; asal saja orang-orangmu itu menjaga dirii terhadap perempuan."

5. Daud menjawab imam itu, katanya kepadanya: "Memang, kami tidak diperbolehkan bergaul dengan perempuan, seperti sediakalaj apabila aku maju berperang. Tubuh orang-orangku itu tahir,k sekalipun pada perjalanan biasa, apalagi pada hari ini, masing-masing mereka tahir tubuhnya."

6. Lalu imam itu memberikan kepadanya rotil kudus itu, karena tidak ada roti di sana kecuali roti sajian; roti itu biasa diangkat orang dari hadapan TUHAN, supaya pada hari roti itu diambil, ditaruh lagi roti baru. (ARP)

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.


 

Setiap orang pasti pemah berbohong. Berbohong sering dilakukan untuk menghindari masalah. menutupi kesalahan, atau sebagai alasan agar orang percaya kepada kita. Awalnya mungkin hanya ingin melakukannya sekali, tetapi bisa saja menjadi kebiasaan yang terus menerus dilakukan.


Akibatnya, kita bisa kehilangan kepercayaan orang lain dan kehilangan nilai kejujuran. Lebih parah lagi, kita bisa dihukum karena berbohong. Berbohong adalah bagian dari sikap tercela. Hal ini berbanding terbalik dengan kata tahir yang terdapat dalam bacaan. Kata tahir memiliki arti bersih, mumi alias tanpa noda. Orang yang tahir akan dilihat dari perbuatan. tutur kata dan pikiran yang juga mumi, bersih dan tanpa noda. Orang yang tahir tidak mungkln melakukan tindakan kebohongan atau tercela.


Sobat Teruna, inilah yang tidak dimiliki oleh Daud ketika dia berada di dalam pelarian. Daud dikejar-kejar oleh pasukan Raja Saul yang ingin membunuhnya. Dalam tekanan yang dia alaml, Daud kehilangan akal sehat sehingga dia berbohong untuk menyelamatkan dirinya. Oaud berbohong kepada Imam Ahimelekh supaya dia bisa mendapatkan roti untuk dimakan. Selain itu, dia juga berbohong dengan mengatakan raja menugaskan dia bertemu Imam Ahimelekh padahal kenyataannya tidak. Kemudian, dia mengatakan tubuhnya dan pasukannya tahir, sementara dia sedang berbohong.


Sobat Teruna. apa yang dilakukan Daud merupakan perbuatan yang salah sekalipun tujuan awalnya baik yakni supaya dia mendapatkan makanan. Namun, point penting yang ingin disampaikan adalah dalam situasi apapun, tindakan kebohongan tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu, usahakanlah supaya tidak melakukan kebohongan. Jagalah diri agar tetap tahir alias bersih tanpa melakukan perbuatan tercela.

 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Tuhan. kuatkanlah imanku sehingga dalam berbagai keadaan. aku tidak melakukan kebohongan demi apapun juga.







bottom of page