TANAH AIR PEMBERIAN ALLAH



Kisah Para Rasul 7 : 1-8

1 Kata Imam Besar: "Benarkah demikian?" 2 Jawab Stefanus: "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran, 3 dan berfirman kepadanya: Keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. 4 Maka keluarlah ia dari negeri orang Kasdim, lalu menetap di Haran. Dan setelah ayahnya meninggal, Allah menyuruh dia pindah dari situ ke tanah ini, tempat kamu diam sekarang; 5 dan di situ Allah tidak memberikan milik pusaka kepadanya, bahkan setapak tanahpun tidak, tetapi Ia berjanji akan memberikan tanah itu kepadanya menjadi kepunyaannya dan kepunyaan keturunannya, walaupun pada waktu itu ia tidak mempunyai anak. 6 Beginilah firman Allah, yaitu bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di negeri asing dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya empat ratus tahun lamanya. 7 Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka itu akan Kuhukum, firman Allah, dan sesudah itu mereka akan keluar dari situ dan beribadah kepada-Ku di tempat ini. 8 Lalu Allah memberikan kepadanya perjanjian sunat; dan demikianlah Abraham memperanakkan Ishak, lalu menyunatkannya pada hari yang kedelapan; dan Ishak memperanakkan Yakub, dan Yakub memperanakkan kedua belas bapa leluhur kita.

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.


Stefanus bercerita bahwa Abraham menunjukkan ketaatannya kepada Tuhan untuk pergi dari tempat kelahirannya di Ur Kasdim dan menetap di Haran. Tuhan berjanji akan memberikan tanah itu untuk keturunan Abraham. Abraham pergi memenuhi perintah Tuhan itu meskipun dia belum memiliki keturunan. Abraham percaya akan janji Tuhan itu. Pada akhirnyaTuhan mengikat perjanjian dengan Abraham. Perjanjian itu diikat dengan tanda sunat. Hal ini dikatakan oleh Stefanus untuk mengingatkan orang Yahudi bahwa seharusnya mereka seperti Abraham yang sungguh-sungguh taat kepada Tuhan.


Sobat Teruna, kita adalah orang yang sudah mengikat perjanjian dengan Tuhan. Artinya, Yesus Kristus itu adalah Tuhan kita. Kita adalah umat-Nya. TuhanYesus Kristus menganugerahkan Indonesia sebagai tanah air kita.Inilah negara, tempat kita lahir dan dibesarkan. Sebagai orang yang sudah mengikat perjanjian dengan Tuhan dan telah dianugerahi Indonesia sebagai tanah air, maka kita wajib menjaganya. Indonesia ini harus kita jaga dan rawat kerukunannya, kelestarian alamnya, kedamaiannya, dan kesejahteraannya.


Sobat Teruna, saat ini bangsa Indonesia menghadapi berbagai masalah, mulai dari kebencian antar suku dan agama, pengrusakan alam demi pembangunan, kekerasan terhadap sesama manusia, sampai persoalan-persoalan kemiskinan. Sebagai umat Tuhan Yesus, kita punya tugas untuk menyelesaikan persoalan ini. Kita bisa mulai menyelesaikan persoalan ini dengan perbuatan kecil dan dari dalam diri sendiri. Contohnya: mengasihi teman apapun agama dan suku mereka, menjaga kelestarian alam di rumah kita, dan membantu sesama yang hidupnya miskin. Perbuatan-perbuatan ini adalah usaha kita untuk menjaga tanah air Indonesia yang adalah pemberian Tuhan. Biarpun usaha kita kecil dan sederhana, tapi Tuhan Yesus Kristus yang akan membuatnya menjadi besar dan berguna. (ASWP)


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, tolong ajarkanlah aku mencintai Indonesia. Mohon berkatilah usahaku untuk membuat bangsa Indonesia lebih baik.