TANDA YUNUS


Lukas 11: 29-32


29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: ”Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. 30 Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. 31 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! 32 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”



Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna pasti masih ingat dengan kisah nabi Yunus. Allah meminta Yunus ke Niniwe untuk membawa pertobatan bagi kota tersebut. Alih-alih pergi ke Niniwe, Yunus malah berbelok pergi ke kota lain bernama Tarsis. Namun demikian, dengan kuasa Allah, Yunus diarahkan kembali ke Niniwe oleh Ikan besar yang menelannya.


Di dalam bacaan Alkitab hari ini diceritakan bahwa orang-orang Farisi meminta tanda yang membuktikan keilahian Yesus. Padahal sudah begitu banyak mukjizat yang dilakukan Yesus di hadapan mereka. Karena kedegilan hati, mereka tetap meminta tanda dari Yesus. Yesus mengatakan bahwa kepada mereka tidak akan diberikan apa pun, selain tanda nabi Yunus (ayat 29). Apa yang dimaksud tanda nabi Yunus? Yaitu keberadaan Yunus selama tiga hari yang ditelan kegelapan dasar laut di dalam perut ikan besar. Yunus keluar setelahnya untuk menyampaikan penghukuman Allah atas orang-orang Niniwe. Demikianlah tanda untuk orang-orang Farisi dan Saduki melalui diri Yesus Kristus yang masuk dalam kerajaan maut dan bangkit pada hari ke tiga. Ia akan menghakimi dan menghukum mereka yang tidak percaya kepada-Nya dan tak mau bertobat (ayat 30-32).


Sobat Teruna, seringkali kita bersikap sama seperti orang Farisi yang selalu meminta tanda mukjizat untuk percaya kepada Allah. Padahal setiap tarikan nafas hidup kita adalah mukjizat Allah yang luar biasa. Jika kita masih bisa menikmati makanan pada hari ini, mempunyai pakaian dan tempat tinggal, menempuh pendidikan di sekolah, memiliki keluarga yang bahagia, itu semua adalah tanda yang Allah berikan sebagai wujud kebesaran kasih dan kuasa-Nya. Mulailah aktivitas pada hari ini dengan doa syukur kepada Allah atas setiap berkat-Nya yang tak terhingga. (VS)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Bapa yang baik, aku bersyukur atas setiap peristiwa yang terjadi dalam hidupku sebagai tanda kebesaran-Mu yang tiada tertandingi.



© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon