TEMAN SEIMAN


 

Filemon 1: 17-20

17 Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri. 18 Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku – 19 aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya – agar jangan kukatakan: ”Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!” – karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri.

20 Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan: Hiburkanlah hatiku di dalam Kristus!


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


 

Onesimus adalah nama seseorang yang menjadi alasan Paulus menulis surat kepada Filemon. Paulus meminta bantuan Filemon untuk mengurus dan menerima kembali hambanya Onesimus yang melarikan diri. Secara hukum Romawi yang berlaku pada saat itu, hamba yang melarikan diri dari tuannya bisa diancam dengan hukuman mati.


Bacaan hari ini adalah gambaran permohonan kepada Filemon tersebut. Entah apa yang membuat Onesimus kabur, tetapi sebagai teman seiman, Paulus memohon kepada Filemon untuk menerimanya kembali (ayat 17). Paulus bahkan rela menanggung seluruh kerugian terhadap kondisi ini (ayat 18-19). Paulus juga berharap, akhirnya nanti Filemon bisa membuat keputusan yang mendatangkan kebaikan bersama dan hal itu menjadi penghiburan baginya di dalam Kristus (ayat 20). Yang menarik di sini adalah ketika Paulus menyampaikan, “Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman...” (ayat 17).


Sobat Teruna, siapakah teman kita seiman? Apakah sesama orang Kristen? Atau orang yang mempunyai kadar iman yang seimbang? Paulus sadar betul pada saat dia menyebutkan kata teman seiman, dia merujuk pada kesamaan visi dan pandangan hidup serta hasrat untuk terus menjadi berguna di dalam Kristus. Pasti kita mempunyai begitu banyak teman seiman dalam arti yang sama agamanya. Gereja khususnya lingkup Persekutuan Teruna sudah pasti merupakan kumpulan orang yang percaya kepada Kristus. Namun demikian, hari ini kita belajar bahwa teman seiman bukan hanya sekadar seagama, tetapi juga mempunyai hubungan emosional yang erat. Mengapa? Karena sama-sama mengimani karya keselamatan Kristus yang memberi hidup dan pengharapan yang penuh bagi kita. Dengan demikian, kita digerakkan bersama-sama dalam satu persekutuan yang erat untuk hidup semakin serupa seperti Kristus hari demi hari. (VS)

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, tolong jaga dan eratkanlah tali kasih di dalam kehidupan persekutuan orang percaya.