top of page

TETAP OPTIMIS


 

Kisah Para Rasul 3 : 1-10


1 Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. 2 Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. 3 Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. 4 Mereka menatap dia dan Petrus berkata: ”Lihatlah kepada kami.” 5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. 6 Tetapi Petrus berkata: ”Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” 7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. 8 Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. 9 Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah, 10 lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 


Suatu hari ada seorang pimpinan yang datang ke tempat proyek pembangunan kantor cabang. Tanpa sengaja arlojinya terjatuh di sekitar area itu. Semua pekerja membantu mencarikan, tetapi tidak mendapatkannya. Setelah pimpinan dan para pekerja pulang, ada seorang remaja yang tadi mendengar kejadian tersebut berusaha mencari arloji itu. Ternyata ia menemukan arloji yang tampak sangat mahal tersebut. Keesokan harinya, ketika pimpinan itu datang ke lokasi proyek untuk melanjutkan pencarian jam tangannya yang hilang, remaja tersebut datang menghampirinya, lalu memberikan arloji tersebut. Saat itulah pimpinan tersebut melihat tanda lahir pada tangan remaja tersebut yang mirip dengan anaknya yang hilang sepuluh tahun lalu. Singkat cerita, ketika dilakukan tes DNA, ternyata benar bahwa remaja tersebut adalah anak kandungnya. Ia bersyukur bukan saja karena memperoleh kembali jam tangannya, tetapi terlebih mendapati lagi anaknya yang hilang yang sangat dirindukannya.


Harapan orang lumpuh untuk memperoleh hal yang sangat dirindukan dan dibutuhkannya selama ini terwujud melalui kehadiran Petrus dan Yohanes. Sungguh kejutan yang luar biasa terjadi hari itu di dekat pintu gerbang Bait Allah. Ia berharap memperoleh sedekah dari orang lewat untuk membeli makanan guna menyambung hidup. Ternyata Allah memberikan kesehatan agar dia menjadi mandiri dan bisa bekerja. Lebih dari itu, orang yang tidak lagi lumpuh tersebut, dapat bersaksi tentang kuasa Allah lewat kata dan perbuatan yang menjadi berkat bagi orang-orang di sekelilingnya.


Sobat Teruna, tetaplah optimis. Allah mempunyai banyak cara yang tidak terduga dalam menjawab kerinduan kita. Allah dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan (Filipi 3:20). Jadi, berjalanlah dengan iman teguh! (YRLJ)


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Allah, aku percaya kuasa-Mu tidak terbatas. Engkau sanggup melakukan jauh lebih banyak dari yang aku doakan dan pikirkan. Karena itu, aku akan tetap melangkah dengan optimis menyongsong masa depan.

bottom of page