TETAP SEMANGAT DARI AWAL SAMPAI SELAMANYA


Markus 10: 17-22


17 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: ”Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” 18 Jawab Yesus: ”Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja. 19 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!” 20 Lalu kata orang itu kepada-Nya: ”Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” 21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: ”Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” 22 Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna, nama Rei Lida; gadis berusia 19 tahun, telah menginspirasi banyak orang dengan perjuangannya menyelesaikan lomba lari maraton relai di Fukuoka, Jepang. Ketika 200 meter lagi akan mencapai garis finish, ia mengalami cidera patah kaki saat melakukan perlombaan. Meskipun demikian, ia tetap bersemangat melanjutkan perlombaan walau harus menahan sakit yang luar biasa karena menyelesaikan lari maraton dengan merangkak di aspal menggunakan tangan dan lututnya. Ia menolak berhenti dari pertandingan. Saat didekati oleh panitia perlombaan, dirinya hanya bertanya, “Berapa meter lagi yang tersisa sampai ke tujuan saya?” Akhirnya Lida berhasil mencapai garis finish dengan darah mengalir dari lututnya. (Sumber: https://today.line.me).


Dalam bacaan hari ini diceritakan ada seorang berlari mendapatkan Tuhan Yesus. Sambil bertelut di hadapan-Nya, ia bertanya, “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Berlari dan bertelut menggambarkan sikapnya yang penuh semangat ingin berjumpa Tuhan Yesus. Namun demikian, apa yang terjadi setelah ia mendengar jawaban dari Tuhan Yesus? Ia menjadi kecewa (tak puas, tidak senang), lalu pergi dengan sedih (pilu, duka). Kenapa? Sebab ia tidak bisa menerima seutuhnya kehendak Tuhan Yesus.


Sobat Teruna, betapa banyak orang yang sedikit lagi mencapai kehidupan kekal tetapi gagal. Orang-orang itu enggan bertahan dan memilih berhenti berjuang karena tidak bisa menerima hal yang menurut mereka tak menyenangkan. Mereka tidak puas dengan kehendak Tuhan Yesus padahal itu kunci untuk bisa dikenan masuk dalam kehidupan kekal oleh-Nya. Jangan mengikuti hal yang demikian. Kita harus bisa bertahan dan melanjutkan perjuangan menuju hidup kekal. Tetaplah semangat dari awal sampai selamanya dalam menaati seutuhnya kehendak Tuhan Yesus. (YRLJ)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, tolong anak-Mu dalam berjuang menaati kehendak-Mu di tengah berbagai pencobaan dunia, dan mohon layakkanlah untuk memperoleh hidup kekal bersama-Mu.