top of page

TETAP TEGUH MENGIKUT TUHAN


 

1 Yohanes 2 : 22-25


22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. 23 Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa. 24 Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. 25 Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.



Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


 


Ada sebuah lagu dengan lirik: “Mengikut Yesus, keputusanku. Ku tak ingkar, ku tak ingkar.” Ternyata lirik lagu ini diambil dari ucapan seorang lelaki yang berasal dari Assam (India). Dirinya diancam akan dihukum mati oleh kepala suku Assam kalau tidak meninggalkan imannya. Bahkan istrinya pun telah lebih dahulu dibunuh karena imannya kepada Yesus. Meski mendapat ancaman, ia justru berkata: “Mengikut Yesus keputusanku”, “Tetap ku ikut walau sendiri.” Imannya membawanya pada eksekusi mati. Namun demikian, keteguhan hati dalam mengikut Tuhan inilah yang kemudian membawa sesamanya bertobat dan mengikut Yesus juga.

Penulis surat Yohanes juga mengingatkan kepada pembacanya untuk tetap teguh mengikut Tuhan. Hal ini mengingat bahwa pada masa itu ada saja orang Kristen yang mengingkari imannya dengan menyangkal Yesus. Mereka mau cari aman dan selamat dengan mengikuti apa kata dunia. Yohanes mengajak umat percaya untuk tetap tinggal di dalam ajaran yang selama ini telah mereka terima. Artinya ajaran-ajaran yang diterima tidak hanya dibuktikan melalui pengakuannya, melainkan juga dengan tutur kata dan tindakan yang memuliakan Tuhan. Hanya dengan cara demikian mereka akan teguh dalam mengikut Tuhan serta beroleh kehidupan yang kekal.


Bagaimana dengan kita? Menjadi pengikut Yesus memang memiliki konsekuensi. Bisa saja itu membuat kita kehilangan teman, ditinggalkan pacar, disisihkan dari pergaulan, dll. Apapun tantangannya, teruslah menjadi teruna-teruna Kristen yang tetap teguh dalam mengikut Tuhan dengan setia. Hiduplah dalam ajaran Kristus dan mengikuti teladan-Nya. Jika kita teguh beriman, maka tak lelah mengasihi. Sebagaimana lagu di atas pada baitnya yang ketiga, “Dunia di belakang salib di depan. Ku tak ingkar, ku tak ingkar.” (VEUW)



 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Yesus Kristus, tolong ajar aku untuk tetap teguh mengikut-Mu apapun konsekuensinya karena Engkaulah satu-satu-Nya Tuhan dan Juruselamat dalam hidupku.

Comments


bottom of page