TIDAK PATAH SEMANGAT


Nehemia 4 : 1-5


1 Ketika Sanbalat mendengar, bahwa kami sedang membangun kembali tembok, bangkitlah amarahnya dan ia sangat sakit hati. Ia mengolok-olokkan orang Yahudi 2 dan berkata di hadapan saudara-saudaranya dan tentara Samaria: ”Apa gerangan yang dilakukan orang-orang Yahudi yang lemah ini? Apakah mereka memperkokoh sesuatu? Apakah mereka hendak membawa persembahan? Apakah mereka akan selesai dalam sehari? Apakah mereka akan menghidupkan kembali batu-batu dari timbunan puing yang sudah terbakar habis seperti ini?” 3 Lalu berkatalah Tobia, orang Amon itu, yang ada di dekatnya: ”Sekalipun mereka membangun kembali, kalau seekor anjing hutan meloncat dan menyentuhnya, robohlah tembok batu mereka.”

4 Ya, Allah kami, dengarlah bagaimana kami dihina. Balikkanlah cercaan mereka menimpa kepala mereka sendiri dan serahkanlah mereka menjadi jarahan di tanah tempat tawanan. 5 Jangan Kaututupi kesalahan mereka, dan dosa mereka jangan Kauhapus dari hadapan-Mu, karena mereka menyakiti hati-Mu dengan sikap mereka terhadap orang-orang yang sedang membangun.



Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, ada bermacam-macam sikap orang ketika berhadapan dengan rintangan, baik dari dalam maupun luar. Ada yang tetap maju menghadapinya. Ada juga yang mundur karena terpengaruh oleh perkataan orang-orang di sekelilingnya yang tidak memberi semangat. Apa yang akan Sobat Teruna lakukan, ketika rasa malas datang saat harus mengerjakan tugas? Apa yang akan Sobat Teruna lakukan ketika ada teman yang omongannya mematahkan semangat untuk meraih cita-cita? Misalnya karena keadaan perekonomian keluarga Sobat Teruna atau faktor lainnya.


Sanbalat adalah gubernur Samaria, yang menentang pembangunan kembali tembok Yerusalem. Ia mencemooh, merendahkan, mematahkan semangat orang Yahudi yang sedang bekerja dengan sungguh-sungguh. Baginya mustahil tembok Yerusalem yang telah diruntuhkan itu dan pintu-pintunya yang sudah habis terbakar dapat berdiri kembali. Menurut mereka pekerjaan yang dilakukan ini adalah sesuatu yang sia-sia. Rintangan yang menghadang ini disikapi oleh Nehemia dengan berdoa. Doa Nehemia melawan musuh dimotivasi oleh imannya kepada Allah. Selain itu, ia berdoa juga karena didorong oleh kasihnya kepada pekerjaan Allah dan umat-Nya. Nehemia mengajak bangsa Israel untuk tetap fokus kepada pekerjaan yang sedang dikerjakan dan memusatkan perhatian pada tujuan bersama mereka.


Sobat Teruna yang dikasihi Allah, jangan takut menghadapi rintangan yang menghadang terhadap apa pun yang sedang kita kerjakan. Ingatlah tindakan yang dilakukan oleh Nehemia. Jadi jangan lari dari tantangan tersebut, melainkan bawalah semua permasalahan tersebut dalam doa. Kemudian tetaplah fokus mengerjakan tugas Sobat Teruna. Jika ada orang yang mengejek cita-cita mulia Sobat Teruna, jangan terpengaruh dan menjadi putus asa, melainkan tetaplah mengarahkan perhatian ke masa depan. Tangan Tuhan yang penuh kuasa akan memampukan Sobat Teruna melaluinya. (SMS)




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus yang baik, saat menghadapi rintangan yang menghadang di depanku, tolong ajarkan aku untuk tetap fokus pada tujuanku dan menghadapinya bersama-Mu.