TIDAK TAHU APA APA



 

1 Korintus 2 : 1-5

1 Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. 2 Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. 3 Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. 4 Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, 5 supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Korintus adalah kota pelabuhan yang makmur di Yunani. Sebagian besar masyarakatnya mempunyai tingkat intelektual tinggi, namun moralitasnya rendah. Tidaklah heran, di jaman Paulus hidup begitu banyak pemikir-pemikir cerdas Yunani yang sering duduk di taman-taman kota memperdebatkan banyak hal. Di antara Sobat Teruna pasti pernah mendengar ahli-ahli filsafat Yunani terkenal seperti Socrates, Plato & Aristoteles. Mereka adalah contoh dari pemikir-pemikir hebat Yunani, yang teori filsafatnya masih menjadi inspirasi sampai hari ini.


Paulus mengenal kondisi orang-orang Korintus pada saat itu. Karenanya dalam bacaan ini dijelaskan: bukanlah dengan kata-kata indah dan hikmat kesaksian tentang Allah disampaikan (ayat 1). Paulus tahu bahwa kata hikmat adalah makanan orang-orang Yunani kebanyakan di jaman itu. Namun dia lebih memilih bersikap tidak tahu hal lain selain sumber kebenaran itu sendiri, yaitu Yesus yang disalibkan (ayat 2). Paulus bahkan tidak gengsi mengemukakan kelemahan dan ketakutannya saat menghadapi mereka (ayat 3). Tetapi di balik itu semua dia hendak menekankankan tentang keyakinannya akan kuasa Roh Allah yang memberinya kekuatan (ayat 4). Maksudnya agar siapa pun mengerti untuk jangan menggantungkan iman kepada hikmat manuisa, tetapi kekuatan Allah (ayat 5).


Sobat Teruna, Allah mengaruniakan kepada manusia kepandaian dan hikmat sebagai modal untuk hidup. Di dunia ini banyak hal yang terjadi di luar jangkauan nalar manusia. Sampai di titik itulah kita sadar bahwa keberadaan Allah Sang Pencipta itu sungguh besar melampaui segalanya. Sudah sepantasnya kita merendahkan diri di hadapan-Nya. Lalu mengakui bahwa “kita tidak tahu apa-apa.” Itulah cara agar Tuhan berkenan kepada kita dan melimpahkan kuasa Roh-Nya sebagai kekuatan di dalam menjalani hidup ini. (VS)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, tolong ajarlah aku untuk selalu sadar akan keterbatasanku sehingga dapat memandang Engkau sebagai Yang terutama di dalam hidup ini.