TINDAKAN MERUPAKAN CERMIN KETAATAN


Ezra 7: 21-26


21 Kemudian aku, raja Artahsasta, telah mengeluarkan perintah kepada semua bendahara di daerah seberang sungai Efrat, begini: segala yang diminta dari padamu oleh imam Ezra, ahli Taurat Allah semesta langit, haruslah dilaksanakan dengan seksama, 22 dengan memakai perak sampai jumlah seratus talenta, gandum sampai jumlah seratus kor, anggur sampai jumlah seratus bat, minyak sampai jumlah seratus bat, dan garam tidak terbatas. 23 Segala sesuatu yang berdasarkan perintah Allah semesta langit, harus dilaksanakan dengan tekun untuk keperluan rumah Allah semesta langit, supaya jangan pemerintahan raja serta anak-anaknya kena murka. 24 Lagipula kami beritahukan kepadamu, bahwa tidaklah sah bila para imam, orang Lewi, penyanyi, penunggu pintu gerbang, budak di bait Allah dan para hamba rumah Allah dikenakan pajak, upeti atau bea. 25 Maka engkau, hai Ezra, angkatlah pemimpin-pemimpin dan hakim-hakim sesuai dengan hikmat Allahmu yang menjadi peganganmu, supaya mereka menghakimi seluruh rakyat yang diam di daerah seberang sungai Efrat, yakni semua orang yang mengetahui hukum Allahmu; dan orang yang belum mengetahuinya haruslah kauajar. 26 Setiap orang, yang tidak melakukan hukum Allahmu dan hukum raja, harus dihukum dengan seksama, baik dengan hukuman mati, maupun dengan pembuangan, dengan hukuman denda atau hukuman penjara.”


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

Sobat Teruna, firman Tuhan hari ini mau menyampaikan kepada kita bahwa ketika Ezra dan rombongan kembali ke Yerusalem, mereka tidak pulang begitu saja. Mereka pulang dengan membawa surat dari Raja Artahsasta yang isinya tentang hal-hal yang harus dilakukan untuk menunjang kegiatan peribadahan dan kewajiban-kewajiban lainnya yang juga harus dilakukan. Mereka harus melakukannya sesuai dengan yang tertulis dalam surat tersebut. Tindakan yang mereka lakukan untuk mendukung keperluan peribadahan merupakan bentuk ketaatan kepada TUHAN.


Sobat Teruna, firman Tuhan hari ini juga menyampaikan kepada kita bahwa Ezra diminta untuk memilih orang-orang yang dapat dijadikan sebagai hakim. Tujuannya agar mereka dapat menuntun bangsa Israel sesuai dengan Taurat TUHAN. Para imam yang dipilih juga harus mengerti Taurat dan mempunyai hikmat TUHAN pada dirinya. Para hakim yang ditunjuk oleh Ezra ini juga bertugas untuk mengajar bangsa Israel supaya mereka mengerti tentang Taurat TUHAN. Ditegaskan juga dalam surat itu bahwa siapa pun yang tidak menaati perintah TUHAN dan raja maka orang tersebut harus dihukum. Tingkat hukuman yang diberikan kepada para pelanggar beragam, mulai dari membayar denda sampai dihukum mati. Hukuman yang diberikan ditentukan para hakim yang ditunjuk oleh Ezra.


Sobat Teruna, bacaan Alkitab hari ini mengajarkan bahwa tindakan yang kita lakukan dalam kehidupan setiap hari termasuk melakukan peribadahan merupakan bentuk ketaatan kepada TUHAN. Ketaatan yang dimaksudkan di sini dilakukan bukan karena ketakutan akan mendapatkan hukuman jika tidak taat. Sebaliknya, ketaatan yang dimaksudkan adalah yang didasari oleh sikap kita dalam menghargai dan menghormati TUHAN, serta para wakil-Nya di dunia ini. Jadi segala sesuatu kita lakukan dengan kerelaan dan sukacita. (DH)


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


TUHAN, terima kasih untuk kebaikan yang Engkau nyatakan kepadaku. Mohon mampukan aku untuk bisa hidup dalam ketaatan sebagai ungkapan hormat kepada-Mu.