TOLAK BULLYING!



 

Mazmur 80 : 2-4

2 Hai gembala Israel, pasanglah telinga,

Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan domba!

Ya Engkau, yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar

3 di depan Efraim dan Benyamin dan Manasye!

Bangkitkanlah keperkasaan-Mu

dan datanglah untuk menyelamatkan kami.

4 Ya Allah, pulihkanlah kami,




Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, memang tidak mengenakkan menjadi korban bullying. Bullying dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai “penindasan.” Dalam peristiwa bullying, kita diperlakukan tidak baik, menerima pelecehan juga kata-kata buruk bahkan tak jarang mengalami kekerasan secara fisik. Para pelaku seringkali melakukan tindakan bullying secara berkelompok sehingga kita merasa sendirian, tak berdaya dan tidak ada yang menolong.


Di dalam kitab Mazmur yang menjadi bahan bacaan pada saat ini, kita juga bisa mengetahui pengalaman iman umat Israel yang tertindas dan tak berdaya di hadapan kekuatan-kekuatan yang menindas mereka. Bisa dibayangkan bagaimana penderitaan yang harus mereka hadapi dan tanggung. Walaupun jika diperhatikan lebih mendalam, sesungguhnya pengalaman ketertindasan umat Israel adalah konsekuensi dari pola hidup mereka yang tidak sejalan dengan hukum dan ketetapan Tuhan. Namun demikian, pemazmur menyadari bahwa Tuhan bukanlah Pribadi yang kejam. Tuhan itu penuh kasih. Karena itu, pemazmur berseru kepada Tuhan dan meminta pertolongan kepada-Nya. Pemazmur percaya, Tuhan yang perkasa mampu mengubah duka nestapa menjadi karya pemulihan seturut rancangan keselamatan-Nya.


Itulah sebabnya Sobat Teruna, kita diajak untuk jangan menyerah di hadapan ancaman bullying. Kita jangan berputus asa ketika menghadapi perilaku yang merendahkan dan menindas diri sendiri maupun orang lain,karena kita punya Sahabat setia yang senantiasa peduli. Ia akan menjaga dan menguatkan kita. Namanya adalah Yesus Kristus, Juruselamat yang kita nantikan terus kedatangan-Nya di dalam perayaan Natal. Yesus Kristus juga yang akan memampukan kita untuk berani speak up, ‘tidak takut bersuara’, menolak perilaku bullying. Lebih dari itu, Yesus Kristus menjadi teladan kita untuk membangun persahabatan yang saling menghargai siapa saja tanpa diskriminasi apalagi bullying.(SLS)


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus, tolong ajarlah aku tentang cinta kasih-Mu yang memampukanku menjadi pribadi yang berani menolak tindakan bullying dan menghadirkan persahabatan yang indah dengan siapa saja.