TUHAN ITU CINTA DAMAI!



 

Mazmur 85 : 1-9

1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur bani Korah.

2 Engkau telah berkenan kepada tanah-Mu, ya Tuhan,

telah memulihkan keadaan Yakub.

3 Engkau telah mengampuni kesalahan umat-Mu,

telah menutupi segala dosa mereka. Sela

4 Engkau telah menyurutkan segala gemas-Mu,

telah meredakan murka-Mu yang menyala-nyala.

5 Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami,

dan tiadakanlah sakit hati-Mu kepada kami.

6 Untuk selamanyakah Engkau murka atas kami

dan melanjutkan murka-Mu turun-temurun?

7 Apakah Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali,

sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau?

8 Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan,

dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu!

9 Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, Tuhan.

Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai

kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya,

supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?




Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, terkadang kita bertanya-tanya mengapa seseorang bisa senang melakukan kekerasan dan menyakiti sesamanya. Jawabannya ternyata karena mereka punya luka batin yang belum sembuh. Rupanya mereka pun dahulu adalah korban dari kekerasan dan pernah disakiti. Mereka menyimpan dendam. Lalu melampiaskan dendam itu kepada siapa saja yang mereka bisa sakiti.


Kitab Mazmur 85:1-9 yang menjadi bahan bacaan kita pada saat ini menyatakan iman yang percaya bahwa Tuhan bukanlah Pribadi yang mendendam. Tuhan sesungguhnya adalah Pribadi yang penuh kasih. Karena Tuhan itu penuh kasih, maka Ia tidak akan membiarkan selamanya umat-Nya hidup dalam penderitaan akibat kebodohan mereka sendiri. Pengampunan dosa akan dinyatakan Tuhan. Bahkan dalam kasih setia-Nya, Tuhan akan memulihkan umat-Nya. Ia akan menghadirkan damai sejahtera yang membebaskan umat-Nya dari belenggu penderitaan. Damai sejahtera itu juga yang akan menuntun umat-Nya membangun kehidupan yang baik. Di dalam damai sejahtera Tuhan, hubungan yang terbangun bukanlah relasi saling menindas dan menjatuhkan. Di dalam damai sejahtera Tuhan, hubungan yang terbangun adalah relasi yang saling menghargai dan menghormati.


Sobat Teruna, kunci untuk menghapus budaya kekerasan adalah membangun budaya hidup damai. Budaya hidup damai dapat terwujud ketika hubungan antar manusia memiliki relasi yang saling menghargai dan menghormati. Bukankah itu yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada kita? “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Matius 22:39). Cinta kasih akan memampukan kita hidup saling mengampuni. Hal itu sebagaimana Tuhan mau mengampuni kesalahan kita. Ketika kita bisa saling mengampuni, maka terciptalah kehidupan yang damai. Di dalam kehidupan yang damai, setiap orang akan bersukacita memuliakan Tuhan. Karena Tuhan itu cinta damai! (SLS)


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus, tolong mampukan diriku untuk menjadi pelaku kasih-Mu kepada sesama sehingga aku turut serta menjadi umat-Mu yang membangun budaya damai di tengah dunia.