TUHAN MEMELIHARA HIDUP KITA



Keluaran 15 : 22-27

22 Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air. 23 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara. 24 Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: ”Apakah yang akan kami minum?” 25 Musa berseru-seru kepada Tuhan, dan Tuhan menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan Tuhan ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah Tuhan mencoba mereka, 26 firman-Nya: ”Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.” 27 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.


Sobat Teruna, pernahkah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih di lingkungan sekitar tempat tinggal atau waktu mengikuti suatu acara, misalnya berkemah? Kesulitan memperoleh air bersih bisa disebabkan oleh banyak faktor, antara lain: terjadi kekeringan di sumber air, kerusakan alat pompa air, jauh dari tempat membeli air dan sebagainya. Bagaimana rasanya ketika kita membutuhkan air bersih untuk minum, mandi, dan lain-lain, tetapi sama sekali tidak tersedia? Rasanya pasti tidak nyaman sekali, ya. Kita lama-lama juga bisa mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan dalam tubuh.


Bangsa Israel pun pernah mengalami ketiadaan air ketika mereka pergi ke padang gurun Syur. Bayangkan, tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun Syur dengan tidak mendapat air (ay.22). Awal mulanya mereka mencoba menahan diri untuk kuat menghadapai tantangan tersebut. Namun ketika mereka tiba di Mara situasi menjadi tegang. Air di Mara tidak dapat diminum karena rasanya pahit. Mereka kemudian merasa sangat kecewa. Lalu bersungut-sungutlah mereka kepada Musa. Musa berada di antara Tuhan dan umat. Musa berseru kepada Tuhan. Lalu Tuhan menunjukkan sepotong kayu dan meminta Musa melemparkannya ke dalam air. Lalu air tersebut menjadi manis. Dalam hal ini Tuhan hendak menunjukkan kuasa-Nya dan menyatakan kepada umat Israel untuk tidak perlu merasa takut serta kuatir mengenai kebutuhan hidup mereka.


Sobat Teruna, kadang-kadang Tuhan hanya meminta kita untuk percaya kepada-Nya. Tidak jarang, Ia hanya meminta kita diam saja. Ia sendiri yang akan bertindak ketika kita susah atau lelah. Tuhan akan terus melanjutkan kasih setia-Nya sekali pun kita tidak menyadarinya. Karena itu, tetaplah berharap kepada Tuhan. Percayalah, Ia selalu memelihara hidup kita! (MPS)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan, mohon bimbinglah aku dalam melewati setiap kesukaran agar tidak bersungut-sungut dan mudah menyerah.