TUHAN MENATA HIDUPKU


Matius 2: 19-23

19 Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya: 20 ”Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati.” 21 Lalu Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel. 22 Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. 23 Setibanya di sana ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Tak terhindari oleh kita bahwa perjalanan waktu begitu cepat. Dalam hitungan minggu untuk tahun 2020, hari ini adalah minggu terakhir. Namun demikian, batas akhir bukanlah tanda berhentinya gerak dan semangat kita untuk terus berjuang mencapai tujuan yang diharapkan serta menata kembali kehidupan dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik.


Herodes Agung yang berambisi untuk membunuh Yesus telah mati. Allah memakai kesempatan ini untuk mengembalikan Yusuf dan keluarga dari Mesir ke Israel. Sepintas Yusuf mau menghindari bahaya dari Arkehelaus yang jahat dan kejam, tetapi Nazareth yang menjadi pilihan untuk kediaman mereka adalah tempat yang tepat. Di Nazareth, Yesus bukan hanya dibesarkan dan bertumbuh, tetapi juga sedang dibina serta dipersiapkan guna melaksanakan misi Allah Bapa. Tanpa disadari oleh Yusuf, Allah sedang menata kehidupan keluarganya, khususnya Yesus. Banyak perkara yang harus dihadapi Yesus sebagai tahapan untuk memasuki medan pelayanan/misi sesungguhnya di masa mendatang.


Nampaknya begitulah hidup harus dialami. Ada saja hal-hal yang tak terduga masuk dalam kehidupan kita dan cukup mengganggu. Misalnya, pandemik Covid-19 adalah sesuatu yang tak terduga terjadi. Sobat Teruna dari kacamata iman, hal-hal tak terduga itu semestinya disikapi sebagai suatu tahap bahwa Allah sedang menata kehidupan kita. Mari belajar dari perjalanan hidup Yusuf yang setia menjalankan misi (tugas) dari Allah, meskipun berat dan berliku. Tugas tersebut dapat terlaksana dengan baik, karena penyertaan Allah selalu ada dan tepat baginya maupun keluarganya. Mari terus memperbaiki tingkah laku agar tuntutan dan penataan hidup oleh Allah, menjadikan kita sebagai orang yang berguna di masa depan. Kita pasti bisa melakukannya. (JYK)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, tolong aku agar patuh dan setia ketika hidupku ditata oleh-Mu untuk menjadi pribadi yang mampu menjalankan misi-Mu di dunia ini.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon