top of page

TUHAN PASTI MENDENGAR



 

Mazmur 102 : 1-12

1 Doa seorang sengsara, pada waktu ia lemah lesu dan mencurahkan pengaduhannya ke hadapan Tuhan.


2 Tuhan, dengarkanlah doaku,

dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.

3 Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku

pada hari aku tersesak.

Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku;

pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!


4 Sebab hari-hariku habis seperti asap,

tulang-tulangku membara seperti perapian.

5 Hatiku terpukul dan layu seperti rumput,

sehingga aku lupa makan rotiku.

6 Oleh sebab keluhanku yang nyaring,

aku tinggal tulang-belulang.

7 Aku sudah menyerupai burung undan di padang gurun,

sudah menjadi seperti burung ponggok pada reruntuhan.

8 Aku tak bisa tidur dan sudah menjadi

seperti burung terpencil di atas sotoh.

9 Sepanjang hari aku dicela oleh musuh-musuhku,

orang-orang yang mempermainkan aku menyumpah dengan menyebut namaku.

10 Sebab aku makan abu seperti roti,

dan mencampur minumanku dengan tangisan,

11 oleh karena marah-Mu dan geram-Mu,

sebab Engkau telah mengangkat aku dan melemparkan aku.

12 Hari-hariku seperti bayang-bayang memanjang,

dan aku sendiri layu seperti rumput.



Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Apakah Sobat Teruna sedang mengalami pergumulan yang hebat? Mungkin Sobat Teruna sedang bergumul tentang nilai pendidikan yang merosot atau sakit penyakit atau pun berhadapan dengan masalah keluarga yang berat serta masalah-masalah lainnya. Apa yang Sobat Teruna rasakan? Apakah Sobat Teruna bersedih dan tidak bersemangat? Itu hal yang wajar. Namun bukan berarti Sobat Teruna harus tenggelam dalam keputusasaan. Bukan berarti juga Sobat Teruna boleh membiarkan perasaan “tidak ada yang peduli dan memerhatikan” terus berkembang dalam diri. Tidak demikian!


Di dalam kitab Mazmur 102:1-12 yang menjadi bahan bacaan pada hari ini, kita bisa merasakan pengalaman seseorang yang juga sedang bergumul. Pemazmur nampaknya ada dalam situasi yang berat. Situasi berat yang ia alami digambarkan dengan tiga hal; kondisi tubuh yang sangat sakit, kesepian, ejekan dan hinaan. Walaupun begitu, pemazmur tidak langsung putus asa dan kehilangan harapan. Segala pergumulan dan beban hidup itu ia bawa kepada Tuhan. Pemazmur percaya, sesamanya bisa saja meninggalkannya atau lawan-lawannya menindas dirinya, tetapi Tuhan adalah Pribadi yang baik. Tuhan pasti mendengar seruannya dan menolong dirinya (ayat 20-22).


Sobat Teruna, pemazmur mengajak untuk menyadari bahwa kita tidak sendirian dalam menghadapi permasalahan hidup. Ada Tuhan yang tak pernah meninggalkan dan membiarkan kita sendirian. Ia disebut Immanuel, Tuhan yang beserta kita. Dialah Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat dunia. Penyertaan-Nya membuat kita merasa tenang, meskipun mengalami masalah yang berat. Mari andalkan Tuhan Yesus dan berserulah pada-Nya! Yakinlah, jika mau taatpada firman-Nya, maka Ia akan menolong serta menyelamatkan kita.Karena Ia mendengar seru permohonan orang yang beriman kepada-Nya. (SLS)


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus, Engkau adalah Sahabat yang setia. Dalam setiap tantangan kehidupan yang aku tempuh, tolong pimpinlah dan selamatkanlah aku.



Comentários


bottom of page