top of page

Tuhan Sang Pencipta Semesta



 

Yeremia 51 : 15 - 19


15 Tuhanlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya. 16 Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya. 17 Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas akan menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya, 18 semuanya adalah kesia-siaan, pekerjaan yang menjadi buah ejekan, dan yang akan binasa pada waktu dihukum. 19 Tidaklah begitu Dia yang menjadi bagian Yakub, sebab Dialah yang membentuk segala-galanya, dan Israel adalah suku milik-Nya; nama-Nya ialah TUHAN semesta alam!


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.


 


"Ni orang asli gak bener banget! Liat aja mukanya!".

"Ihh ni cewek, gayanya... cantik sih tapi gak usah sok kecakepan kalee!!".


Saat ini, khususnya di media sosial, orang dengan mudah memberi penilaian atau menghakimi orang lain. Tidak hanya terhadap tindakan yang salah, orang yang tidak melakukan apapun dapat diberi komentar negatif hanya karena ia tampil lebih baik atau berprestasi. Jika tidak waspada, mungkin tanpa sadar kita pun ikut melakukannya. Saat merendahkan orang lain, kita berarti sedang meninggikan diri atau sombong, merasa diri lebih baik dan lebih benar dari orang lain.


Tuhan menghukum Babel karena kesombongannya. Bangsa yang mengabaikan peringatan Tuhan ini merasa dirinya lebih hebat bahkan menantang Tuhan. Padahal sesungguhnya "Tuhanlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya." (ayat 16). Berikutnya digambarkan semakin jelas bagaimana berkuasanya Tuhan Allah Israel Pencipta segalanya--yang tentu tidak sebanding dengan manusia dan segala yang benda yang tidak bernyawa. Pada akhirnya kesombongan Babel membawanya pada kehancuran, sedangkan bangsa Israel diteguhkan Allah sebagai milik-Nya.


Sobat Teruna, mari kita terus mengingat kebesaran Tuhan, Sang Pencipta Semesta, dan ingat siapa kita, sebagai ciptaan-Nya. Hindari sikap merendahkan ciptaan Tuhan lainnya- -yang jika dibiarkan dapat tumbuh menjadi kesombongan yang melekat. Termasuk tidak merendahkan orang tua dan guru tau siapapun, sekalipun mereka tidak sempurna, karena memang tidak ada manusia yang sempurna. Sebaliknya, biasakanlah menghargai, memuji orang lain dengan tulus hati. Penuhi media sosial dengan kata-kata positif dan apresiasi, dukungan semangat serta keceriaan. Jadikan diri kita terus diperbarui dan menghadirkan Tuhan dimanapun kita berada. OKT/mmg




 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, tolong ingatkan aku agar tidak merendahkan orang lain, sebaliknya dengan tulus hati memuji dan mendukung orang lain sebagai tanda kehadiran-Mu di tengah-tengah mereka.

Comments


bottom of page