top of page

TUHAN YESUS MELIHAT IMAN


 

Markus 2: 1-5

1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. 2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, 3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. 4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. 5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ”Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


 

Berita tentang Tuhan Yesus yang berkuasa sudah tersebar ke mana-mana (Markus 1:28;45). Karena itu banyak orang ingin bertemu langsung dengan-Nya. Orang banyak ingin menyaksikan sendiri sosok idola baru yang berkuasa yaitu Yesus. Di tengah kerumunan orang banyak, ada empat orang yang nekad ingin bertemu Tuhan Yesus dengan menggotong seorang yang lumpuh. Kenekadan mereka tergambar dengan merusak atap rumah, karena tak bisa lagi lewat pintu atau jendela akibat terhalang kerumunan orang banyak yang ingin melihat Tuhan Yesus. Namun, bukan kenekadan empat orang itu yang menarik perhatian Tuhan Yesus, melainkan iman mereka. Tuhan Yesus pun melihat iman dari orang lumpuh itu karena dia bersedia dibawa untuk disembuhkan oleh-Nya. Tuhan Yesus menilai, usaha yang mereka lakukan adalah tindakan iman yang meyakini bahwa Ia berkuasa memberi kesembuhan. Sebagai tanggapan atas iman mereka, Tuhan Yesus mengampuni dosa dan menyembuhkan orang lumpuh itu. Tuhan Yesus memperhitungkan iman dalam usaha yang keras dari orang-orang itu untuk mendapatkan kesembuhan. Iman telah memperbarui kehidupan orang lumpuh itu secara pribadi. Dia memperoleh pengampunan dosa dan kesembuhan dari Tuhan Yesus.

Sobat Teruna melalui kisah ini kita diingatkan bahwa iman merupakan hal yang sangat penting dan mendasar bagi kehidupan orang percaya. Dengan iman kita menerima anugerah keselamatan dari Tuhan Yesus. Dengan iman, kuasa Tuhan dapat bekerja dalam diri kita. Seperti cerita tadi, iman bukan hanya menjadi keyakinan, namun harus dinampakkan melalui perbuatan yang benar. Iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan. Oleh perbuatan-perbuatan, iman menjadi sempurna (Yak. 2:22-24). Dengan iman dan perbuatan yang benar, usaha serta doa kita tidak sia-sia, karena Tuhan Yesus memberkatinya. (SS)

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Tuhan Yesus, mohon kuatkanlah imanku, agar aku dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang benar sesuai kehendak-Mu.


Comments


bottom of page