URIM DAN TUMIM


Ezra 2:59-63


59 Inilah orang-orang yang berangkat pulang dari Tel-Melah, Tel-Harsa, Kerub, Adan dan Imer, tetapi mereka tidak dapat menyatakan apakah kaum keluarga dan asal usul mereka termasuk bangsa Israel: 60 bani Delaya, bani Tobia, bani Nekoda, enam ratus lima puluh dua orang; 61 dan dari antara kaum imam: bani Habaya, bani Hakos, bani Barzilai. Barzilai itu memperisteri seorang anak perempuan Barzilai, orang Gilead itu, dan sejak itu ia dinamai menurut nama keluarga itu. 62 Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah, tetapi karena itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam. 63 Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa mereka tidak boleh makan dari persembahan maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang Urim dan Tumim.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Urim dan Tumim adalah dua batu berbentuk ceper yang biasanya digunakan oleh Imam Besar sebagai alat untuk mendapatkan petunjuk dari Allah (Ul. 33:8). Urim adalah sisi batu yang berwarna putih. Sedangkan Tumim sisi batu yang berwarna hitam. Urim dan Tumim digunakan dengan cara dilemparkan secara bersamaan hingga terjatuh ke tanah. Apabila kedua batu tersebut jatuh dengan sisi Urim di atas, maka itu artinya Allah menjawab YA. Jika kedua batu tersebut jatuh dengan sisi Tumim di atas, maka itu artinya Allah menjawab TIDAK. Jika keduanya jatuh dengan masing-masing sisi Urim dan Tumim, maka itu berarti TIDAK ADA JAWABAN dari Allah.


Sobat Teruna, di antara orang-orang Yehuda yang kembali dari pembuangan, ada kelompok yang tidak dapat membuktikan apakah nama mereka tercatat atau tidak dalam silsilah bangsa Israel. Terkait hal ini, kepala daerah memutuskan untuk menunggu sampai ada seorang Imam Besar yang memegang Urim dan Tumim (ay. 63). Hal ini bertujuan untuk mendapatkan jawaban dari Allah. Di satu sisi, keputusan ini tepat. Namun demikian, di sisi lain tampaknya sang kepala daerah agak lambat dalam memahami jawaban Allah. Bukankah Allah telah membiarkan kelompok itu kembali bersama dengan orang Israel lainnya? Itu berarti Allah telah menerima mereka sebagai bagian dari bangsa Israel. Lalu mengapa masih menunggu jawaban Allah dari Urim dan Tumim?


Sobat Teruna, kita tidak perlu memiliki batu Urim dan Tumim untuk mendapatkan jawaban dari Allah. Hati kita adalah Urim dan Tumim. Kita percaya bahwa Roh Kudus bekerja di dalam hati. Roh Kudus akan memberitahukan apa yang menjadi jawaban dan kehendak Allah bagi kita. (SL)





Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Tuhan, mohon bimbinglah hatiku dengan Roh Kudus, agar aku mampu memahami kehendak-Mu dalam hidupku.