top of page

YESUS PLAYER 1, KITA PLAYER 2



 

Lukas 10 : 17-20

17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, "Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu." 18 Lalu kata Yesus kepada mereka, "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. 19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa atas segala kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. 20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga."


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Setelah pelayanan para murid dimulai, mereka kembali dengan gembira. Lalu melaporkan keberhasilan mereka, yaitu mengalahkan setan! Perhatikan jawaban Yesus terhadap laporan mereka: “Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu … bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” Yesus mengingatkan bahwa kuasa untuk mengalahkan setan itu sesunguhhnya berasal dari-Nya. Yesuslah yang membuat ‘pertempuran’ mereka menjadi mudah untuk dimenangkan. Jadi, jika mau bergembira, bergembiralah bukan dengan alasan keberhasilan mengalahkan iblis, tetapi karena nama mereka sudah tercatat sebagai mitra kerja Allah. Dengan kata lain, keberhasilan pada tugas pertama itu seperti ’ujian’ apakah murid-murid sudah dapat disebut mitra kerja Allah.


Perkataan Yesus itu mengingatkan pada game atau permainan di gadget yang sering membuat kita sangat bergembira bahkan ‘ketagihan,’ setiap kali sudah dapat menyelesaikan ‘misi’ atau pertempuran level demi level. Setiap kali berhasil ‘naik level,’ kita seringkali bersorak. Kita seolah merasa sudah yang paling hebat. Padahal, game itu dirancang oleh pembuatnya dengan sudah memperhitungkan kemampuan pemainnya (player), baik dia seorang pemula (beginner), ahli (expert), atau pun profesional (pro).


Sobat Teruna, apa pelajaran yang bisa dipetik dari pengajaran Yesus maupun hubungannya dengan game di gadget? Ketika sudah berhasil menyelesaikan suatu tugas pada level tertentu, kita boleh saja merasa gembira. Namun ingatlah, bahwa keberhasilan yang kita capai hanyalah suatu ‘ujian’ untuk dapat maju ke level-level selanjutnya. Dalam melayani Allah pun, ketika sudah selesai melakukan satu tugas pelayanan, bergembiralah bukan karena dipuji orang. Bergembiralah karena kita sudah dapat disebut sebagai mitra Yesus (team mate) dalam memberitakan keselamatan di dunia.Yesus sebagai player 1, kita player 2. (CCTvM)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus, tolong jadikanlah aku pemain kedua yang tangguh dan ketika melayani side by side dengan-Mu.

Comments


bottom of page